ENAM FRAKSI TANGGAPI RAPERDA

0
1005

Metro Dewan Perwakiln Rakyat Daerah (DPRD) kota Metro menggelar sidang paripurna prihal pandangan fraksi DPRD terhadap lima rancangan peraturan daerah (raperda) kota Metro. Sidang yang berlangsung di gedung dewan setempat kamis siang (19/11/15) dipimpin langsung oleh ketua DPRD Metro Anna Morinda.

Pembahasan lima raperda kota Metro yang disampaikan penjabat walikota metro Achmad Chrisna Putra beberapa waktu lalu, kini memasuki tahapan pandangan fraksi. Lima raperda tersebut meliputi, rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) kota Metro tahun 2016, raperda tentang rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) kota Metro tahun 2005-2025, raperda tentang retribusi jasa umum, raperda tentang perlindungan penyandang disabilitas dan raperda tentang kesehatan lingkungan

Enam fraksi DPRD Metro yang menyampaikan tanggapan fraksinya mendukung lima raperda yang disampaikan penjabat walikota Metro untuk dibahas pada tingkatan selanjutnya. Namun dewan memberikan beberapa catatan kelima raperda tersebut sebagai upaya penyempurnaan raperda.

Salah satu diantaranya fraksi PDI Perjuangan yang pandangan fraksinya dibacakan oleh Priyatmoko. Terkait RAPBD tahun 2016 fraksi partai berlambang kepala banteng ini menilai perlunya penambahan anggaran di beberapa sector. Salahsatunya peningkatan isentif bagi RT dan RW yang selama ini dirasa masih kecil dan tidak sesuai dengan beban kerja. Anggaran operasional kelurahan untuk meningkatkan pelayanan masyarakat juga dirasa perlu penambahan. Fraksi PDI Perjuangan juga meminta agar pelayanan kesehatan di sejumlah puskesmas dan rumah sakit umum Jendral Ahmad Yani di tingkatkan.

Lebih lanjut fraksi PDI Perjuangan menilai pelayanan berjenjang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan sangat merugikan masyarakat maupun rumah sakit pemerintah (RSU A. Yani). Hal ini lantaran RSU A. Yani tidak dijadikan sebagai salah satu rumah sakit rujukan. Perlu diketahui saat ini RSU A. Yani merupakan rumah sakit tipe B. Fraksi PDI Perjuangan menilai akan ada penurunan pasien di rumah sakit ini apabila system yang sudah berjalan tetap berlanjut. Sementara menanggapi raperda tentang RPJPD kota metro tahun 2005-2025, fraksi PDI Perjuangan meminta, agar perencanaan pembangunan tetap berlandaskan pada visi misi kota Metro yang focus pada pendidikan dan kesehatan. Keberadaan perpustakaan yang kurang memadai membuat masyarakat sulit untuk mendapatkan informasi melalui buku yang mereka inginkan. Terkait raperda retribusi jasa umum, fraksi PDI Perjuangan sepakat untuk membahas raeprda ini. Hal ini agar pendapatan asli daerah (PAD) kota Metro dapat lebih di tingkatkan. Pengelolaan PAD selama ini dinilai belum maksimal.

Fraksi PDI Perjuangan juga mendukung pengajuan raperda perlindungan penyandang disabilitas. Dengan adanya peraturan ini nantinya akan melindungi para kaum difabel dan keberadaan mereka dapat diberdayakan. Raperda tentang kesehatan lingkungan juga mendapat dukungan penuh fraksi PDI Perjuangan. Fraksi ini sepakat untuk menerbitkan peraturan ini, hal ini karena kesehatan lingkungan merupakan urusan wajib bagi setiap pemerintah daerah. Pandangan serupa juga disampaikan kelima fraksi lainnya seperti fraksi partai Gerindra yang dibacakan oleh Ariyanto. Pembahasan lima raperda ini akan dilanjutkan dengan agenda paripurna jawaban walikota Metro yang akan digelar pada hari Jum’at siang (20/11/15). (Jdp)

LEAVE A REPLY