DEWAN INTRUPSI KENAIKN PBB DI PARIPURNA HUT KE-85 KOTA METRO
RUBRIK,METRO -Paripurna Hut ke 85 Kota Metro diwarnai interupsi. anggota legislatif mengkritisi kenaikan PBB dan meminta pemerintah tak melupakan sejarah di kota metro. kamis siang.
Sidang yang beragendakan peringatan hari jadi dan kilas balik perjalanan sejarah kota metro sempat tegang.
Angota fraksi partai Demokrat, Basuki Ramhat menyoroti persoalan keluhan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang naik signifikan.
Dia menyebut banyak menerima aduan sejumlah masyarakat dan pemilik tanah terkait mahalnya pembayaran pajak.
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di kota metro mengalami kenaikan hingga 1.000 persen.
Hal tersebut membuat masyarakat terbebani, terlebih kondisi ekonomi masyarakat yang masih belum stabil pasca dua tahun pandemi COVID 19.”kenaikan stimulus 10% tidak meredakan teriakan masyarakat atas kenaikan pajak mulai dari 300% sampai 1000% kondisi ini sangat membebankan masyrakat,eksekutif berdalil akan memeberikan dalil keberatan,kami tidak yakin para objek pajaka mampu beradu argumentasi dengan apa yang meraka alami,”ujar Basuki.
Sementara itu sekretaris Komisi I DPRD Metro, Amrullah menegaskan kebijakan yang diambil pemerintah harus melalui sejumlah pertimbangan matang.
Amrullah meminta pihak eksekutif melakukan pengkajian dengan sejumlah pihak sebelum memutuskan sejumlah program kebijakan maupun pembangunan di Kota Metro.
Dia menyoroti soal perda cagar budaya dan wacana pembangunan tugu Iqro.
Pemerintah diminta tidak melupakan perjalanan sejarah terkait rangkaian Hut Kota Metro.
Seperti hala nya, Tagline Hut ke-85 Metro bernama Festival Bumi Sai Wawai yang sebelumnya dinamai Festival Putri Nuban.(bb)