Warga Akan Paksa Tutup Tempat Karaoke Berkedok Pemancingan di Lamtim

0
5720
Portal Berita Lampung, Media Lampung, Berita masa kini, Lampung Timur,Nunik
Camat Way Jepara Suprianto bersama masyarakat dan pamong Desa Brajadewa meninjau lokasi tempat karaoke yang berkedok pemancingan.

RUBRIK,LAMTIM – Warga Desa Brajadewa, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur ramai-ramai mendatangi tempat karaoke yang berkedok pemancingan. Kamis (19/7/2018).

Camat Way Jepara Suprianto yang ikut hadir bersama kerumunan masa ini mendukung  protes warga yang menuntut tempat usaha karaoke tersebut ditutup, lantaran disinyalir tempat hiburan karaoke yang berkedok pemancingan ini diduga menjadi tempat maksiat para lelaki hidung belang.

Dilokasi tempat karaoke yang berkedok pemancingan, Camat Way Jepara Suprianto mengharapkan pemilik usaha karaoke ini bisa ditutup karena keberadaan hiburan yang berdekatan dengan pemukiman warga ini sudah meresahkan masyarakat sekitar.”Karena ini permintaan masyarakat saya menghimbau kepada pemilik usaha karaoke di berhentikan atau ditutup.”Terang Suprianto.

Camat Way Jepara menegaskan, hari ini merupakan pertemuan yang terakhir antara pemilik usaha karaoke dan masyarakat jika setelah pertemuan ini pemilik usaha karaoke (Yadi) tidak mengindahkan permintaan warga ditakutkan akan terjadi hal hal yang tidak di inginkan,”saya sebagai camat disini berusaha memediasi terkait warga yang meminta agar ijin usaha karaoke milik Yadi di cabut.”Lanjut Camat Way Jepara Suprianto.

Sementara itu Tokoh masyarakat Desa Brajadewa Johan mengatakan masyarakat sudah lama geram dengan adanya tempat penyewaan karaoke milik Yadi, sebab selain menyewakan jasa karaoke pengelola usaha tersebut juga menjual bebas minuman keras dan menjadi tempat pertemuan para lelaki hidung belang dengan pasang wanita nya.

“ini merupakan hari terakhir kami meminta pemerintah mencabut ijin usaha pemancingan yang berkedok karaoke. Jika pemilik tetap membuka usaha penyakit masyarakat tersebut kami akan hadir dan menutup paksa.”Tegas Johan.(Gus)

LEAVE A REPLY