Usai Alami Kecelakaan, Siswi SD di Pringsewu Ini Tetap Semangat Ikuti Ujian Sekolah

0
970
RUBRIK, PRINGSEWU – Hari kedua pelaksanaan Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) di Kabupaten Pringsewu berjalan dengan lancar tanpa ada kendala. Meskipun ada salah seorang siswa yang mengalami kecelakaan, namun itu semua bisa ditangani oleh pihak sekolah, sehingga masih dapat mengikuti ujian.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pringsewu Tri Prawoto mengatakan, siswi yang mengalami kecelakaan adalah Syifa Urrahma dengan nomor ujian 12-140-081-8 pelajar asal SD Muhammadiyah Pringsewu. Namun menurutnya, berkat kerja keras pihak sekolah siswi tersebut masih bisa mengikuti ujian.

“Ada salah satu siswi di SD Muhamadiyah mengalami kecelakaan dan tetap melaksanakan ujian nasional dengan inisiatif kepala sekolah untuk antar jemput siswi yang mengalami musibah. Kami berikan apresiasi atas inisiatif pihak sekolah sehingga siswi tersebut dapat mengikuti ujian,” papar Tri Prawoto disaat meninjau pelaksanaan USBN di SD Negeri 6 Wonodadi, Selasa (16/5/2017).

Tri Prawoto menambahkan, untuk seluruh peserta USBN ada 7.156 siswa dari 269 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyaah (MI) Negeri serta swasta di Kabupaten Pringsewu yang mengikuti Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN).

“Pelaksanaan USBN jenjang SD/MI tahun 2017 ini berlangsung hingga tiga hari sampai Rabu (17/5/2017) dengan mengerjakan tiga mata pelajaran (mapel) yang meliputi Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA,” tambahnya.

Terpisah, Kepala SD Muhamadiyah Pringsewu, Amirudin membenarkan terkait ada salah satu siswinya yang mengalami kecelakaan namun masih bisa mengikuti ujian.

“Ya memang benar ada salah satu siswi kami yang mengalami kecelakaan, namun masih bisa mengikuti ujian,” ungkapnya.

“Sebelum ujian siswi kami yang bernama Syifa Urrahma didepan rumah sakit mengalami kecelakaan. Jadi kami dari pihak sekolah memfasilitasi untuk antar jemput siswi kami agar tetap bisa mengikuti ujian,” terang Amirudin.

Amirudin melanjutkan, untuk biaya antar jemput gratis karena melihat kondisi korban yang mengalami retak pada rahang mulut dan saat ini belum bisa diajak bicara.

“Untuk komunikasi saat ini masih menggunakan bahasa isyarat,” paparnya.

Amirudin merasa bangga meskipun kondisi masih kurang sehat namun Syifa Urrahma masih semangat untuk mengikuti ujian.

“Kami sangat bangga atas semangat Syifa untuk mengikuti ujian ini, karena harapan Syifa sendiri ingin lulus ujian dengan nilai yang memuaskan syukur bisa capai peringkat tinggi disekolah,” pungkas Amirudin.(Fid)

 

LEAVE A REPLY