Ubah Doa Berbuka Dengan Kata-Kata Tidak Pantas, Remaja di Makssar Diamankan Polisi

0
1142
remaja di makassar di amankan polisi, melecehkan doa berbuka dengan kata tak pantas, video pelecehan doa berbuka, Makassar
remaja 16 tahun asal Makassar diamankan aparat kepolisian lantaran telah melecehkan doa berbuka puasa dengan mengubah doa dengan kata-kata tidak pantas /sumber : kalbaronline.com

RUBRIK, MAKASSAR – Remaja asal Makassar menjadi viral lantaran sebuah video yang ia unggah di salah satu media sosial miliknya. Remaja berusia 16 tahun tersebut terbukti mengunggah sebuah video yang melecehkan doa berbuka puasa dengan memplesetkan doa dengan kata-kata yang tak senonoh.

Melansir Suara.com, dalam video tersebut remaja berinisial IS tersebut mengubah doa berbuka puasa dengan kata-kata seperti menunjukkan bahwa ia menjual dirinya seharga Rp 700 ribu. Meskipun ia mengaku bahwa perbuatannya hanya bercanda namun perbuatannya telah memancing kemarahan masyarakat setelah diunggah ulang oleh akun Instagram @makassar_iinfo. Sejumlah warganet meminta agar kepolisian segera mengamankan IS karena dianggap telah mempermainkan agama.

“Jagat maya, khsusnya di Sulsel, kembali dihebohkan dengan video seoranh=g wanita yang diduga mempermainkan agama. Wanita tersebut kini tengah dilaporkan ke polisi perihal dugaan penistaan agama,” tulis akun @makassar _iinfo.

“Paling malas tanggapin kalau ada plesetan-plesetan mengenai Al-Quran dan doa-doa, segera ditindak lanjuti. Saying ya ada cewek begitu enggak malu apa!!,” kata @sultancitizens.

“Tangkepin aja pak tolong yang model kek gitu,” tulis @kimmimilli_.

Tak berselang lama, aparat kepolisian Sulawesi Selatan pun mengamankan IS atas laporan seorang warga asal Manggala. Kasubbag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Supriyadi Idrus pun membenarkan atas penahanan terhadap IS.

“Yang melapor ini adalah orang Manggala. Hal tersebut sudah dikonfirmasi memang betul dia (terduga pelaku) ini tinggal di Antang. Pelapor ini sudah membuat laporan karena melihat di FB dan merasa keberatan setelah dia selidiki alamat Facebooknya,” kata Supriyadi. (dw/us)

LEAVE A REPLY