“Tolong!” Teriak Tukang Tambal Ban ketika Warga Menggeruduk Rumahnya

0
1000

“Tak Ada Asap jika Tak Ada Api”. Usai kebakaran menimpa SMK Gajah Mada Kota Metro sore hari ini, nyaris Si Jago Merah juga melahap kediaman Sunoto pada dini hari. Sunoto merupakan seorang tambal ban yang membuka usaha di Simpang Kampus Kota Metro.

Laporan R.Yusuf/Rubrik Media

ADALAH rumah Sunoto, seorang tambal ban, yang berada di jalan Ki Hajar Dewantara, Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur dikerumuni warga pada pukul 00.30 WIB, dini hari.

Hal tersebut bermula ketika warga yang mayoritas pedagang di Simpang Kampus melihat kepulan asap keluar dari celah-celah atap membumbung ke atas rumah dan berangsur-angsur membesar.

Warga yang ramai-ramai mengerumuni rumah Sunoto lantas menggedor rumah tersebut.

Terlihat kepulan asap muncul dari celah celah atap.
Terlihat kepulan asap muncul dari celah celah atap.

Dari pantauan wartawan media ini di lokasi kejadian, ketika digedor ramai-ramai, Sunoto kaget lantas berteriak minta tolong dari dalam rumah. “Tolong!” teriak Sunoto dengan lantang.

Sunoto, saat itu rupanya kaget, mengira rumahnya dikepung preman.

“Kebakaran pak!” teriak salah satu warga yang juga mengerumuni rumah Sunoto.

Sunoto yang belum mengetahui kenapa warga mengerumuni rumahnya baru ngeh, setelah keluar rumah dan melihat kepulan asap sudah membumbung.

Wartawan media ini juga sempat menelpon Kasatpolpp selaku Danunit Damkar Kota Metro untuk mengirimkan unit damkar ke lokasi kejadian.

Kekhawatiran dari warga dan Sunoto nampak terlihat malam itu. Alhasil, Sunoto dengan tergopoh-gopoh mengechek asal muasal asap tersebut.

Rupa-rupanya asap tersebut berasal dari dapur Sunoto. Sunoto keluar rumah dengan lega. “Maaf saya lupa mematikan kompor, tadi manasin Pindang,” kata Sunoto dengan senyum merekah di bibirnya, ke warga yang mengerumuni rumahnya.

Sunoto menunjukkan panci yanh berisi pindang, yang mengakibatkan kepulan asap di atas rumah.
Sunoto menunjukkan panci yang berisi pindang, yang mengakibatkan kepulan asap di atas rumah.

Lantas, wartawan media ini langsung menghubungi Danunit Damkar lagi untuk mengklarifikasi bahwa, belum terjadi kebakaran.

“Saya ini ya gak tidur loh, cuma lupa matiin kompor aja. Tadi manasin pindang, pindang ikan patin loh om. Waduh maaf ngerepotin,” kata Sunoto ke warga yang masih di lokasi.

Penampakan ikan patin gosong yang menyebabkan kepulan asap.
Penampakan ikan patin gosong yang menyebabkan kepulan asap.

Lantas, wartawan media ini juga berinisiatif melihat kompor Sunoto. Terlihat, kompor dengan panci serta ikan pindang gosong di atasnya masih mengeluarkan sedikit asap.

Kegaduhan di Simpang Kampus malam ini, nampaknya usai. Meskipun berbeda-beda dagangan dan berbeda-beda asal muasal, nampaknya jiwa solidaritas para pedagang masih tertanam kuat sehingga peduli akan lingkungannya.

Dari pantauan, warga yang mengerumuni rumah Sunoto antara lain adalah, penjual wedang ronde, penjual gorengan hingga driver ojek online dan mahasiswa. (*)

LEAVE A REPLY