Timpa Lima Pekerja, PT Wika Sebut Tiang Besi Cor Jembatan Tol yang Ambruk Akibat Cuaca

0
261
Jalan Tol Trans Sumatera, Tiang Cor Pembangunan Jembatan Tol Ambruk, Gunungsugih, Lintas Sumatera
Pihak PT.Wika mengklarifikasi terkait roboh nya tiang cor pembangunan JTTS

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk menekankan bahwa insiden ambruknya tiang besi cor jembatan yang menimpa lima pekerja proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di Lampung Tengah, Selasa (17/4/2018) adalah murni faktor cuaca.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Siswantoro selaku Manager Kontruksi  PT Wika mengklarifikasi dan menceritakan kronologis kejadian secara langsung kepada awak media di ruang rapat PT Wika (Persero), Kamis (19/4/2018).

“Ya, itu murni faktor cuaca. Saat itu besi telapak belum dicor dan saat tiang besi diberdirikan pekerja pun belum selesai dalam proses menganyam kawat bendrat tiba-tiba tertiup angin, maka langsung robohlah tiang itu,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, lokasi terjadi insiden ini adalah pada 1 dari 2 jembatan yg tersisa di Tol Lampung Seksi-4 dari total 26 jembatan yang dikerjakan oleh Perseroan yang berada di STA 126+241 Dusun Telawung, Kampung Gunungsari, yang menggunakan metode yang sama dengan metode yang telah terpasang dan selesai pada jembatan lain yang sejenis pada proyek ini.

Toro juga menambahkan, pada saat itu pukul 03.00 WIB, dirinya masih di lokasi sebelum pergi untuk rapat. Waktu itu tiang-tiang sudah berdiri namun stek-stek kolom dinding belum terselesaikan untuk dipasang.

“Dan pada waktu memasang bendrat, cuaca sudah mulai mendung bersamaan dengan angin, maka kawat-kawat penguat belum selesai dikaitkan itupun ikut terbawa sehingga tiang pun rebah ke samping,” ujar Toro.

Saat disinggung masalah perlengkapan keamanan pekerja, pihak PT Wika mengatakan bahwa setiap harinya sudah ada pengecekan dari petugas dalam perlengkapan keamanan semua pekerja dan sudah adanya peraturan sanksi bagi pekerja yang tidak memakai perlengkapan keamanan.

Namun fakta dengan adanya foto dan video yang beredar saat insiden terjadi, terlihat banyak sekali pekerja tidak memakai alat keamanan bahkan ada yang terlihat hanya memakai kaos singlet.

Hal tersebut menjadi terlihat akan lemahnya pengawasan perlengkapan keamanan terhadap pekerja.

Dan untuk lima pekerja yang menjadi korban saat insiden ambruknya tiang besi cor jembatan pada Selasa (17/4/2018), PT Wika sudah mengurus proses pengobatan kelima pekerja tersebut sampai benar-benar pulih dan siap bekerja kembali sesuai dengan kontrak.

”Lima orang pekerja kita yang terkena insiden kemarin sudah kita bawa ke rumah sakit. Bahkan saat ini dua di antarannya sudah kembali bekerja karena hanya cedera ringan. Saat ini ada satu pekerja yang masih dirawat di Rumah Sakit Harapan Bunda karena kami mau benar-benar memastikan pulih dan mendapatkan perawatan terbaik dan semua biaya ditanggung oleh PT Wika sampai dia sembuh seperti biasa,” pungkasnya.(Ddy)

LEAVE A REPLY