Tiba di Indonesia, 14 ABK Kapal China Akan Jalani Karantina di Asrama Milik Kemensos

0
1222
14 ABK WNI, tiba di Indonesia, Karantina, kapal Longxin, eksploitasi pekerja Indonesia, Kementrian Luar Negeri
14 WNI ABK tiba di bandara Soekarno-Hatta pada Jumat (8/5) sore / sumber: Lliputan6.com

RUBRIK, JAKARTA- Sebanyak 14 awak kapal dari Indonesia yang diduga mengalami eksploitasi saat bekerja di kapal Long Xing milik China dilaporkan sudah tiba di Tanah Air dan akan langsung dibawa ke asrama milik Kementrian Sosial untuk menjalani karantina.

Mengutip CNN Indonesia, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementrian Luar Negeri, Judha Nugraha mengatakan bahwa 14 awak kapal tersebut tiba dari Korea Selatan dan mendarat dengan selamat di Bandar udara Soekarno-Hatta pada Jumat (8/5/2020).  Ia juga mengatakan bahwa kasus eksploitasi para ABK tersebut akan diserahkan kepada Bareskrim Polri dan juga Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

“14 awak kapal WNI dari Korsel sudah tiba dengan selamat di (bandara) SOetta. Mereka dikarantina dahulu sambil beristirahat di fasilitas Kemensos,” kata Judha.

“Bareskrim untuk penyelidikan lebih lanjut mengenai kondisi dan perlakuan yang diterima di atas kapal, termasuk bagaimana pemenuhan hak-hak para awak kapal,” ujar Judha.

Sementara itu menurut keterangan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengatakan bahwa secara keseluruhan ada 46 ABK yang bekerja di empat kapal penangkap ikan milik perusahaan China tersebut. kapal-kapal tersebut ialah Lonxin 629 yang memuat 15 orang ABK WNI, Longxin 605 yang memuat 8 orang ABK WNI, Longxin 606 memuat 20 orang ABK WNI, dan Kapal Tian Yu nomor 8 sebanyak 3 ABK WNI.

Retno mengatakan bahwa ia menerima laporan terkait ABK WNI yang meninggal di salah satu dari keempat kapal tersebut sejak 14 April lalu. Saat itu, pihaknya juga menerima laporan bahwa dua dari empat kapal yaitu Longxin 605 dan Tian Yu 8 akan berlabuh di Busan, Korea Selatan.

Namun, Retno mengungkapkan bahwa menurut informasi kedua kapal tersebut sempat tertahan lantaran terdapat 35 ABK WNI yang tidak terdaftar di dua kapal itu yaitu 15 WNI yang seharusnya terdaftar di kapal Longxin 629 dan 20 ABK yang terdaftar di Longxin 606.

“Jadi artinya 35 ABK WNI tersebut tidak terdaftar di kapal Longxin 605 dan Tian Yu 8. Mereka dianggap tidak sebagai ABK oleh pelabuhan otoritas di Busan, namun dihitung sebagai penumpang, kata Retno.

Meskipun begitu 15 ABK yang semula terdaftar di kapal Longxin 629 ini dapat diturunkan dari kapal atas dasar kemanusiaan. Para ABK tersebut juga saat ini tengah menjalani karantina di salah satu hotel di Busan selama 14 hari.

“Selain itu 20 ABK WNI yang terdaftar di Kapal Longxin 606, 18 di antaranya telah kembali ke Indonesia pada 3 Mei 2020. Sisanya masih berproses di imigrasi Korea untuk dipulangkan ke Indonesia,” pungkasnya. (dw/us)

LEAVE A REPLY