Tersandung Korupsi, Mantan Bupati Bengkalis Di Periksa KPK

0
1057
Bupati, Bengkalis, KPK, Kaus Pidana Korupsi
Mantan Bupati Bengkalis, Amril Mukiminin diperiksa oleh tim penyidik KPK / sumber : Kompas.com

RUBRIK, RIAU- Amril Mukminin, mantan Bupati Bengkalis diperiksa oleh KPK tekait kasus suap proyek Multi Years pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bangkalis, Provinsi Riau pada Selasa (31/3/2020). Amril diduga menerima suap atau gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan terkait proyek tahun jamak Jalan Duri – Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis.

Bersamaan dengan  Direktur PT Mitra Bungo Abadi Makmur alias AAN,  KPK juga telah menetapkan Amril sebagai tersangka seperti yang dijelaskan oleh Juru Bicara KPK Ali Fikri.

AAN sendiri terlibat dalam kasus pengembangan perkara dugaan tindak pidana korupsi peningkatan Jalan Batu Panjang – Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis pada 16 Mei 2019.

“Diperiksa sebagai tersangka ” kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dimintai konfirmasi, Selasa (31/3).

Melansir dari Tribunnews.com, Sebelumnya KPK juga telah memproses dan mendakwa dua tersangka lain yang terlibat dalam kasus tindak korupsi tersebut diantaranya adalah Sekretaris Daerah Kota Dumai nonaktif dan Kepala Dinas PU Kabupaten Bengkalis periode 2013-2015, M Nasir dan Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction Hobby Siregar.

Keduanya terlibat dua kasus korupsi yaitu pertama, dalam dugaan korupsi pada proyek Peningkatan Jalan Batu Panjang – Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Tahun Anggaran 2013-2015 dan yang kedua dugaan suap terkait proyek Multi Years pembangunan Jalan Duri – Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis.

Selain itu KPK juga menetapkan tersangka lainnya yaitu Makmur yang diduga bersama-sama dengan M Nasir dan Hobby Siregar dan kawan-kawan melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek peningkatan Jalan Batu Panjang – Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Saat itu Makmur diperkaya sebanyak Rp60,5 miliar.

Jauh dari pemeriksaan Amril, KPK juga sudah mengumumkan 10 tersangka baru dalam pengembangan kasus proyek jalan di Kabupaten Bengkalis tersebut pada Jumat (17/1/2020).

Pertama, pada proyek peningkatan proyek peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu – Siak Kecil Multi Years di Kabupaten Bengkalis Tahun Anggaran 2013-2015 dengan nilai kerugian sekira Rp156 miliar.

KPK menetapkan tiga tersangka yakni pejabat pembuat komitmen (PPK) atau Sekretaris Daerah Kota Dumai nonaktif dan Kepala Dinas PU Kabupaten Bengkalis 2013-2015 M Nasir serta dua orang kontraktor Handoko Setiono dan Melia Boentaran.

Kemudian kedua, terkait proyek peningkatan Jalan Lingkar Pulau Bengkalis Multi Years Tahun Anggaran 2013-2015 dengan nilai kerugian sekira Rp126 miliar.

Adapun yang menjadi tersangka M Nasir, Tirtha Adhi Kazmi selaku PPTK serta empat kontraktor masing-masing I Ketut Surbawa Petrus Edy Susanto, Didiet Hadianto, dan Firjan Taufa.

Selanjutnya ketiga, proyek pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri Multi Years Tahun Anggaran 2013-2015 dengan nilai kerugian sekira Rp152 miliar. KPK menetapkan M Nasir dan Victor Sitorus selaku kontraktor.

Terakhir, proyek pembangunan Jalan Lingkar Timur Duri Multi Years Tahun Anggaran 2013-2015 dengan nilai kerugian sekira Rp41 miliar.

M Nasir dan Suryadi Halim alias Tando selaku kontraktor ditetapkan sebagai tersangka dalam proyek tersebut.

Dalam kasus tindakan korupsi proyek pembangunan jalan ini mencapai keugian keuangan negara mencapai Rp105,88 miliar. (dw/us)

LEAVE A REPLY