Tangkap 71 Tersangka Narkoba, Granat Kota Bandar Lampung Puji Polresta Bandar Lampung

0
850
Granat, Polresta Bandarlampung
H.Tony Eka Chandara bersama Anggota Granat Lampung

RUBRIK, BANDAR LAMPUNG – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Kota Bandar Lampung mengapresiasi kinerja jajaran Polresta Bandar Lampung atas pengungkapan jaringan peredaran narkoba dalam Operasi Antik Krakatau 2017.

“Kami sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolresta Bandar Lampung Kombes Murbani Budi Pitono dan jajaran, atas pengungkapan peredaran narkoba selama Operasi Antik Krakatau 2017. Pengungkapan ini membuktikan kalau peredaran lewat laut memang ada,” ujar Ketua DPC Granat Kota Bandar Lampung Gindha Anshori Wayka, Jumat (12/5/2017).

Dikatakan Gindha, narkoba merupakan kejahatan terhadap kemanusian, karena itu pelakunya harus dihukum seberat-beratnya. Menurutnya, Indonesia saat ini sudah bukan lagi darurat narkoba, tetapi sudah ‘bencana’ narkoba.

“Kalau barang ini dikonsumsi, setidaknya sudah menyelamatkan jutaan generasi penerus bangsa. Bayangkan setiap hari 50 orang mati sia-sia karena narkoba, bahkan mencapai 18 ribu orang setiap tahunnya,” katanya.

Advokat ini mengatakan, upaya preventif yang saat ini digalakan oleh Kapolresta Bandar Lampung patut diapresiasi. Ia mengajak kepada seluruh komponen masyarakat untuk bersatu padu mencegah peredaran barang haram tersebut.

“Jika semua lapisan masyarakat dan komponen bangsa bersatu padu dalam mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba, maka masuknya barang haram tersebut dapat dicegah, dan akan mempersempit ruang gerak para pengedar dan bandar narkoba,” pungkasnya.

Dalam ekspose hasil Operasi Antik Krakatau 2017, Kapolresta Bandar Lampung Kombes Murbani Budi Pitono menyebutkan, dari 71 tersangka yang ditangkap, pihaknya menyita barang bukti paling banyak berupa ganja.

“Untuk BB, tertinggi ganja sebanyak 256 paket dengan berat 256,025 kilogram. Disusul sabu 46,77 gram serta ekstasi 24 butir. Sebagian dari BB masih dalam proses uji laboratorium,” kata Murbani.

Perhatian khusus diberikan pada ganja yang terungkap saat hendak dikirimkan dari Pelabuhan Panjang lewat jalur tol laut menuju Pulau Jawa. Seluruh ganja yang disita juga merupakan bagian dari jaringan Aceh.

“Jadi kalau tahun-tahun sebelumnya marak dikirimkan lewat Pelabuhan Bakauheni, tahun ini mulai terungkap usaha pengiriman lewat jalan tol laut Pelabuhan Panjang. Jadi kami sekarang sedang bekerja sama dengan pihak Pelabuhan Panjang untuk membuat semacam tempat pemeriksaan terpadu,” jelasnya.

Menurut Murbani, selain narkoba kerja sama juga untuk pemeriksaan barang terlarang lainnya. Seperti daging celeng, satwa dilindungi atau barang terlarang lainnya bisa dicegah keluar Pulau Sumatera.(*)

LEAVE A REPLY