Tahap Penjurian Lomba TTG, Gupito Siap Luncurkan Sirup Kulit Buah Naga

0
90
TTG, Marselina, Ansori Jautsal
Photo Bersama Dewan Juri dan Peserta Lomba

RUBRIK, LAMTENG – Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) Kabupaten Lampung Tengah tahun 2018 kini sudah masuk dalam tahap penjurian dan masing peserta saling bersaing menampilkan hasil Inovasi nya di hadapan para dewan juri untuk menjadi yang  terbaik,Senin (17/07).

Di hari pertama tahap penjurian yang bertempat di Kantor Badan Penelitian Dan Pengbangan Daerah (Balitbangda) Lampung Tengah ini terdapat 15 judul proposal  dari kategori umum dan kategori pelajar yang akan di lakukan penilaian oleh para dewan juri, dan penjurian ini akan berlangsung selama 3 hari, terhitung tanggal 17 Juli sampai dengan 19 Juli 2018.

Ketua dewan juri lomba Ir. Ansori Djausal, M. T. mengatakan bahwa banyak sekali ide menarik dan juga Inovasi baru yang di tampilkan oleh para peserta Lomba TTG tahun 2018 ini. Semoga  kedepan peserta dapat menemukan manfaat dari Inovasi nya secara luas dan berguna untuk masyarakat dan ekonomi.

”Ide- ide, gagasan banyak yang menarik. Ada beberapa yang cukup bagus  tetapi ada yang harus di perbaiki kedepannya. Ada pula yang hasilnya sudah lumayan apik, tetapi harus di teruskan dengan pengembangan untuk mengarah ke skala ekonomi nya.Dan untuk peserta pelajar pada umum nya cukup kreatif tapi terlihat sekali bahwa disini pembimbingnya juga harus memberikan mata bimbingan yang lebih sungguh sungguh, terutama kurang memperhatikan bahan bacaan atau  refrensi  nya kurang luas”Terang  Ansori Djausal.

Tapi menurut Djausal Yang terpenting dalam lomba TTG ini adalah  bagaimana proses peningkatan inovatif dari peserta.

”Lomba TTG ini adalah sebuah proses peningkatan kemampuan inovatif dari peserta yang setiap tahun akan meningkat, dan  ini adalah tahun kedua. Di tahun ketiga dan ke empat diharapkan lebih maju lagi, Dan batasannya jika kita mampu menembus level Nasional, kalau kita berhasil melihat teknologi dan dimanfaatkan oleh masyarakat berarti kita sukses. Saya harapkan lomba ini berlangsung terus meneruskan setiap tahun.” Lanjut Ansori Djautsal.

Sementara itu, salah satu perwakilan kelompok  peserta Lomba, Gupito, yang menampilkan Kreatifitas membuat sirup dan selai dari kulit nuah naga mengatakan bahwa motivasi ikut dalam lomba Inovasi TTG kabupaten Lampung Tengah adalah keinginan untuk dapat memberdayakan ekonomi masyarakat dengan pemanfaatan bahan limbah yang umum nya hanya terbuang saja.

”Sebenarnya kami ingin memberdayakan ekonomi masyarakat mas. dasarnya begini, waktu lebaran dari pada membeli sirup  kan bisa buat sendiri dari kulit buah naga, dan isinya atau daging buah nya bisa di buat es krim, dan juga bisa untuk membuat selai untuk kue seperti nastar itu mas, dan harus pengeluaran banyak untuk membeli yang macem macem dapat di hemat hanya dengan kulit buah naga ini, ” Papar Gupito.

Meskipun Kreatifitas yang di tampilkan di hadapan para dewan juri banyak sekali kekurangan , tetapi Gupito CS tidak berkecil hati dan makin bersemangat untuk lebih mengembangkan hasil Inovasi tersebut.

”Ya sesuai dengan masukan dari para juri tadi mas, kita harus berinovasi dalam hal pengemasannya, dan mencari peluang pasar itu yang terpenting dan pasokan bahan baku supaya produk kita bisa di beri label,dan kami akan mengembangkan produk Inovasi kami ini”, Tegas Gapito. (ddy)

LEAVE A REPLY