Tahan Lapar 2 Hari, Seorang Ibu di Serang Meninggal Dunia

0
1093
tahan lapar, tidak mampu beli beras, minum air galon, ibu rumah tangga meninggal dunia, Serang
sesaat sebelum meinggal dunia pada Senin (20/4) Ibu Yuli sempat menerima menerima bantuan dari sejumlah relawan di hari yang sama/ sumber:suara.com

RUBRIK, SERANG- Seorang ibu rumah tangga di Serang, Banten dikabarkan meninggal dunia pada Senin (20/4) pukul 15:30 WIB setelah tidak makan selama dua hari. Ialah Yuli Nur Amelia (42) yang hidup bersama suami dan 4 orang anaknya yang harus bertahan hidup ditengah kesulitan perekonomian karena wabah virus corona.

Ibu Yuli beserta keluarga harus menahan lapar karena tidak memiliki uang untuk membeli beras dan hanya minum air galon selama dua hari.

Diketahui sebelum adanya virus corona, ibu Yuli dan keluarga menyambung hidup dengan penghasilan suaminya yang bekerja mengumpulkan barang rongsokan namun semenjak virus corona semakin mewabah lapak penampung barang bekas ditutup sehingga membuat ibu Yuli tidak kembali bekerja.

Melansir Cnn Indonesia, sebelum meninggal dunia  ibu Yuli dan keluarga sempat mendapat bantuan dari para relawan dan donator.

Muhamad Holik (49), suami ibu Yuli bercerita bahwa saat mendapat bantuan istrinya masih dalam keadan sehat.

“pagi segar sehat. Tidak ada keluhan. Karena ada pikiran kalau kata dokter. Mungkin banyak orang yang ngomongin,” kata Holik dirumah duka, Senin (20/4).

Mendengar hal tersebut salah satu relawan yang sempat memberikan bantuan dan bertemu langsung almarhum mengaku kaget atas meninggalnya ibu Yuli. Ialah Rochman Setiawan yang mengatakan bahwa ia kaget karena baru bertemu dan memberikan bantu

an pada keluarga ibu Yuli pada Senin 20 april 2020. Menurut Rohcman penyebab kematian ibu Yuli bukan karena keelaparan karena saat bertemu, ibu Yuli dalam kedaan sehat.

“Kalau ada yang bilang keluarga Ibu Yulie enggak kelaparan, itu bohong. Waktu saya kasih bantuan, itu roti, langsung dimakan sama anaknya. Saya kaget pas dapat kabar ibu (Yulie) meninggal dunia,” kata Rochman.

Selain itu, pihak Kelurahan Lontar Baru, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten, Dedi Sudrajat memberikan komentar terkait meninggalnya ibu Yuli. Dedi mengaku tak yakin bahwa salah satu warganya tersebut meninggal karena menahan lapar selama dua hari dengan meminum air galon isi ulang.

Bahkan pihaknya pun juga tidak bisa memastikan apa yang menjadi penyebab ibu Yuli meninggal dunia. Dedi mengatakan berdasarkan laporan dari tim medis, ibu Yuli tidak positif terjangkit virus corona.

“Dua hari enggak makan saya sendiri enggak percaya juga, ya. Karena saya dapat informasi beliau masih makan,” kata Lurah Lontar Baru, Dedi Sudradjat, ditemui di rumah duka kemarin.

“Kalau penyebabnya saya belum tahu pasti, tapi dokter bilang bukan Covid-19. (Menahan lapar) saya kira bukan itu. Pihak puskesmas bilang meninggal di jalan. Bukan juga (meninggal) karena kelaparan,” jelasnya. (dw/us)

LEAVE A REPLY