Sumarsono Siap Bagikan Bibit Jagung Demi Kemandirian Bibit dan Kesejahteraan Petani

0
137
Dewan Lamteng, Bendahara PDIP DPC Lampung Tengah0, Portal Berita Lampung

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Komitmen sebagai wakil rakyat yang selalu ingin mensejahterakan petani serta  mendudukung kedaulatan pangan dari pemerintahan Joko Widodo terus dilakukan oleh anggota Komisi II DPRD Lampung Tengah dari fraksi PDI  Perjuangan, Sumarsono.

Pada tahun ini, Sumarsono akan kembali membagikan bibit jagung kepada masyarakat petani di Lampung Tengah.

‘’Jika pada beberapa waktu yang lalu kita memberikan edukasi kepada masyarakat petani terkait bagaimana membuat bibit padi yang baik dan alhamdulillah sudah berjalan baik, maka pada periode ini saya akan mengedukasi masyarakat bagaimana membuat bibit jagung sendiri dan tidak harus beli,” jelasnya, Senin (12/3/2018).

Saat ini harga bibit jagung Rp 80 ribu hingga Rp 100 ribu per kg. Padahal pada masa nenek moyang kita dahulu tidak pernah membeli bibit tetapi dengan membuat sendiri.

“Untuk itulah saya mengedukasi petani agar mandiri bibit ke depannya,” ungkap Sumarsono di kebun percontohan pertaniannya.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan bibit ini jagung tersebut, anggota Komisi II DPRD Lampung Tengah ini mengembangkan bibit jagung infrida, sehingga dapat digunakan untuk bibit lagi.

‘’Dalam memberikan edukasi masyarakat ini kami mengembangkan bibit Infrida bukan hibrida dan ini dapat kembali digunakan sebagai bibit kembali. Dan pada bulan 9-10 pada saat musim labuhan dan musim hujan, masyarakat biasanya akan mulai menanam jagung dan kita akan mulai membagikan bibit ini,” terangnya.

Guna mengatasi turunnya harga jagung pada saat jumlah panen melimpah, pihaknya akan menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan penerima jagung di Lampung Tengah.

Bahkan, Sumarsono akan membuat unit usaha yang berbahan baku jagung sehingga ada nilai tambah yang didapat oleh masyarakat.

‘’Pada saat bibit kita terkumpul, kita akan mencoba panggil beberapa perusahaan yang biasa membeli jagung untuk melakukan kontrak di depan, akan kerja sama dan harga berapa, dengan kadar air berapa. Setelah ada ketentuan harga, kita akan mulai tanam dan akan kita salurkan pada perusahaan tersebut,” ujarnya.

“Bahkan kalau perlu kita akan bina masyarakat untuk tidak langsung menjual jagung tersebut kepada perusahaan saja, tetapi bagaimana kita olah sehingga mendapatkan nilai tambah dan disanalah padat karyanya,” katanya.

Hal yang melatarbelakangi anggota DPRD Lampung Tengah ini untuk melakukan edukasi dan memberi perhatian kepada petani di Lampung Tengah adalah keprihatinannya pada petani yang selama ini hanya dijadikan objek.

Untuk itulah pihaknya minta kepada dinas terkait untuk dapat meningkatkan kinerjanya, responsib atas keluhan masyarakat serta pembinaan yang kontinue.(Ddy)

LEAVE A REPLY