Soal Intimidasi Oknum Wartawan dan LSM, Kepsek Apresiasi Langkah Cepat Mustafa-Loekman

0
684

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Langkah bupati dan wakil bupati Lampung Tengah (Lamteng) terpilih, Mustafa-Loekman Djoyosoemarto, yang telah menginstruksikan jajarannya untuk mengklarifikasi serta menindaklanjuti keluhan-keluhan para kepala sekolah, membuahkan hasil yang menggembirakan. Ancaman para kepala sekolah yang ingin mundur karena diduga diintimidasi oleh oknum LSM dan wartawan akhirnya diurungkan.

Sesuai instruksi tersebut, Penjabat (Pj) Bupati Lamteng Endarwan, Ketua DPRD Lamteng H A Juaidi Sunardi, Kapolres Lamteng AKBP Dono Sembodo, Kajari Lamteng Nina Kartini, Kadis Pendidikan Lamteng Sarjito, Dewan Pendidikan Lamteng Mahfud, dan Dewan Pendidikan Provinsi Lampung menggelar rapat di Aula Kopiah Emas Pemkab Lamteng.

Kepala SD Negeri I Gunung Sugih, Sumarti SPd MMPd merupakan salah satu kepala sekolah yang ikut dalam rapat tersebut mengatakan, sangat berterima kasih kepada Bupati Lamteng terpilih Mustafa.
“Saya atas nama para kepala sekolah yang ingin mengundurkan diri ini, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Mustafa. Beliau ini adalah sosok pemimpin yang bisa menjalankan tugas-tugas pemerintahan di kabupaten ini, dan benar-benar paham akan kondisi yang ada di wilayah ini. Sehingga beliau mampu menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh para kepala sekolah,” ujar Sumarti di ruang kerjanya, Sabtu (6/2/2016).

Sesuai dengan pesan yang disampaikan Mustafa pada rapat paripurna di gedung dewan beberapa waktu lalu, Sumarti menjelaskan, untuk menghadapi oknum-oknum yang mengatasnamakan wartawan dan LSM ini, kiranya para kepala sekolah yang ada di Lamteng dapat menjalankan tugas-tugasnya sesuai dengan juklak dan juknisnya. Sehingga tidak menimbulkan permasalahan yang tidak diinginkan.

“Kalau kita menjalankan tugas sebagaimana mestinya, dan memang sudah sesuai dengan juklak dan juknisnya, saya kira kenapa mesti takut, kalau kita tidak bersalah. Jika memang masih ada oknum-oknum itu yang mengintimidasi para kepala sekolah, laporkan saja langsung ke pihak yang berwajib,” katanya.

Dia mengatakan, peran kepala sekolah sangatlah penting untuk masa depan pendidikan anak-anak sekolah yang ada di kabupaten yang Berjuluk Bumi Beguai Jejamo Wawai ini.
“Atas peristiwa ini, otomatis mengganggu kepala sekolah dalam menjalankan tugas-tugasnya. Yang akhirnya berdampak buruk terhadap anak-anak sekolah di wilayah ini. Karena kepala sekolah dan gurunya merasa takut dan resah, sehingga tidak berani masuk sekolah untuk mengajar murid-muridnya,” katanya.

Dia pun mengimbau semua kepala sekolah yang ada di Lamteng untuk tidak memberi peluang terhadap oknum-oknum yang mengatasnamakan wartawan dan LSM tersebut. “Kalau mereka datang ke sekolah ingin wawancara, hadapi saja, dan bicaralah apa adanya sesuai dengan juklak dan juknisnya, sehingga tidak menimbulkan persoalan-persoalan yang tidak diinginkan,” sarannya.

“Kita (kepala sekolah) adalah harapan anak-anak bangsa di kabupaten ini. Jadi kita harus bisa mempertahankan jabatan kita masing-masing. Kenapa mesti mengundurkan diri, kalau kita tidak bersalah. Bekerja saja sebagaimana mestinya, disertai dengan penuh semangat dan semaksimal agar bisa menghasilkan anak-anak sekolah yang berprestasi dan bisa mengharumkan nama baik kabupaten ini,” harapnya.

Bendahara K3S SDN I Gunung Sugih ini menambahkan, dengan terjadinya permasalahan seperti ini, kiranya bisa menjadi pembelajaran dan motivasi kepada semua kepala sekolah yang ada di Lamteng agar bisa lebih berhati-hati dalam menjalankan tugas di sekolahnya masing-masing.

“Yang lebih terpenting kita harus mempelajari terlebih dahulu tugas-tugas sekolah sesuai dengan juklak dan juknis. Jalanilah tugas-tugas sekolah dengan kerja keras, baik dan benar. Jangan sampai menyimpang dan menyalahi aturan yang ada. Sehingga bisa hidup nyaman dalam melaksanakan tugas-tugas sekolah. Itu saja kuncinya untuk menghadapi persoalan-persoalan seperti ini,” tukasnya.(*)

LEAVE A REPLY