SMKN 1 Poncowati Diduga Pungli Iuran Dana Try Out Siswa, Ini Jawaban Kepsek

0
427
Pungli Sekolah, Poncowati Lamteng, LSM Gempur , Hasanudin Lampung Tengah
Kepala sekolah SMKN 1 Poncowati saat memberikan keterangan terkait pungutan uang Try Out

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Dugaan pungutan liar (pungli) terjadi di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 (SMKN 1) Poncowati, Kecamatan Terbanggibesar, Kabupaten Lampung Tengah, yang berkedok dana Try Out, Jumat (13/4/2018).

Menurut informasi yang didapat salah orangtua SMKN 1, setiap siswa dipatok membayar uang Rp 175 ribu per siswa yang digunakan untuk biaya Try Out tahun 2018 ini.

“Uang itu untuk pembayaran Try Out kelas 12. Kami.sebagai orangtua murid merasa sangat keberatan,” ucap wali murid yang tidak ingin dicantumkan namanya ini.

Sang sumber menambahkan bahwa ada  juga beberapa orang wali murid yang sudah membawa surat keterangan tidak mampu namun tetap saja harus membayar biaya Try out yang telah ditetapkan oleh sekolah.

“Bahkan kami telah mendapat surat keterangan tidak mampu dari kepala kampung setempat,.namun surat itu tidak berlaku dan tetap harus membayar jika orangtua tidak mampu membayar maka siswa tidak dapat mengikuti Try Out,“ jawabnya dengan kesal.

Sedangkan itu, Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 1 Negeri Poncowati Sukuni saat dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan bahwa biaya try out memang benar adanya, tetapi biaya tersebut sudah hasil musyawarah dengan wali murid.

Sebab jika menunggu dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sering terlambat.

”Benar ada pungutan uang untuk Try Out, namun sebelumnya kami sudah bermusyawarah dengan para wali murid, karena dana BOS sering terlambat,” sanggah Sukuni.

Lebih lanjut Sukuni menjelaskan, dalam hal ini sudah tidak ada masalah sebab telah kita rapatkan dengan seluruh wali murid serta komite sekolah mengenai dana tersebut.

”Hal ini tidak ada masalah karena sebelum nya kami telah Bermusyawarah dengan para wali Mlmurid dan juga komite sekolah terkait dana Try Out ini’,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Gempur Kabupaten Lampung Tengah, Sudirman Hasanudin mengatakan, dirinya sangat menyesalkan atas pungutan yang dilakukan oleh Kepsek SKMN.1 Poncowati Sukuni.

Menurutnya, Try Out itu telah dibiayai oleh dana BOS, sehingga pihak sekolah tidak dibenarkan menarik sumbangan dari para wali murid.

Dalam hal ini secara kelembagaan Sudirman akan melaporkan Kepsek SMKN 1 Poncowati Sukuni kepada pihak penegak hukum untuk diproses secara hukum dan sesuai dengan UU yang berlaku.

”Kami secara kelembagaan akan melaporkan hal ini kepada para penegak hukum dan meminta untuk Segera di proses sesuai dengan hukum dan undang-undang yang berlaku,” tutup Dirman.(Ddy)

LEAVE A REPLY