Setelah Digondol Maling, Lima Tahun Lebih Pintu Air Irigasi Tak Diperbaiki

0
1938

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Pintu irigasi yang biasa digunakan untuk membagikan air ke persawahan warga yang ada di dua kecamatan Kabupaten Lampung Tengah tidak ada yang berfungsi. Hal tersebut dikarenakan peralatan irigasi tersebut raib dicongkel maling.

Akibatnya para petani sangat kesulitan untuk mendapatkan air guna mengairi sawah dan perkebunan mereka. Mirisnya keadaan tersebut telah terjadi selama kurun waktu lima tahun terahir.

Para petani yang ada di Kecamatan Gunungsugih dan Bekri pun harus memutar otak untuk dapat mengairi sawah dan kebun mereka. Para petani terpaksa menggunakan papan dan alat seadanya demi mendapatkan air untuk kebutuhan tanaman mereka.

Irigasi yang menjadi satu-satunya harapan petani saat musim tanam tersebut kini hanya tersisa seonggok bangunan dengan tiang besi yang telah berkarat tanpa terlihat adanya peralatan lain. Mirisnya keadaan tersebut telah berjalan selama lima tahun lebih dan hingga kini belum pernah tersentuh perbaikan dari dinas terkait.

“Sudah lima tahun kondisi pintu air yang mengaliri persawahan kami rusak dan tak kunjung diperbaiki, sehingga membuat repot petani yang sawahnya mengandalkan air melalui pintu air ini. Saya berharap pemerintah agar segera memperbaiki pintu air tersebut,” kata Sugino salah satu petani.

Sugino mengatakan, bila pintu air tersebut segera diperbaiki maka akan sangat membantu para petani, sehingga petani di sekitar Gunung Sugih dan Bekri ini dapat meningkatkan hasil pertanian mereka.(*)

LEAVE A REPLY