Makin Tingginya Angka Korupsi Prabowo Beri Solusi Ini

0
546
Portal Online, Rubrik Berita , Berita Prabowo
Capres No .2 Prabowo Subianto

RUBRIK,JAKARTA-Rendahnya gaji aparat penegak hukum menyita perhatian Calon Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya hakim dengan gaji rendah lah yang menjadi alasan mengapa tindak pidana korupsi semakin merajalela.

Melansir Viva.co.id, Prabowo menilai bahwa lembaga-lembaga penegak hukum mengalami masalah yang sama dengan lembaga pemerintahan, yaitu mengalami suatu degradasi. Hal itulah yang membuat korupsi menjadi budaya di Indonesia dan menjalar ke seluruh tubuh.

“Saya rasa sangat sulit menyelamatkan bangsa kita kalau korupsi terus merajalela. Kenapa? Karena kalau hakim tidak jujur bagaimana lagi, hakim itu tempat terakhir rakyat minta keadilan,” kata Prabowo saat menjawab pertanyaan peserta selebgram dan youtubers di kediamannya, Selasa malam, 23 Oktober 2018, dalam video yang diunggah akun Gerindra di Facebook.

“Ibarat penyakit kanker, kalau tidak ditangani, dia pelan tapi pasti menjalar. Dan kalau sudah stadium lanjut sulit menyelamatkan badan itu. Bagaimana cara saya mengatasi itu? Satu kembali ke itu lagi, bocornya kekayaan negara harus kita hentikan. Dengan kekayaan yang kita hemat kita bisa perbaiki gaji aparat kita,” kata Prabowo.

Prabowo mengatakan bahwa para hakim menangani kasus korupsi dengan total nilai Rp 1-2 triliun tapi hakim hanya digaji Rp 15 juta per bulan.
Menurutnya, negara tidak akan rugi jika para hakim yang menangani kasus korupsi digaji sebanyak Rp 200 juta perbulan.

“Berat. Jadi rencana kita, kalau kita hemat, uang kita yang bocor. Kita harus perbaiki gaji lembaga-lembaga yang penting. Hakim, jaksa, polisi. Gajinya harus cukup. Supaya tidak bisa disogok. Semua harus diperbaiki,” kata Prabowo.

“Jadi gimana nggak bobol itu APBD? Karena bobolnya itu berjemaah. Bupati kerjasama dengan Wakil Bupati, DPRD, Sekda. Kapan kita mau selesai? Lebih baik kita gaji bagus, APBD tidak hilang, APBN tidak hilang,” kata Prabowo.

Prabowo juga menambahkan bahwa beda halnya dengan hakim yang sudah digaji cukup tapi masih bisa disogok.

“Kita suruh berenang di kolam buaya,” tegas Prabowo.(*)

LEAVE A REPLY