Sekretaris DPRD Metro Tempuh Jalur Hukum Dugaan Pencemaran Nama Baik dan Uu ITE

0
1057
Ilustrasi. | ist

Rubrikmedia.com, Metro- Sekretariat DPRD Metro menempuh jalur hukum ihwal dugaan pelanggaran Undang-undang informasi dan transaksi elektornik serta pencemaran nama baik terkait beredarnya konten di situs berita daring tipikornewsonline dan kanal akun youtube tipikornewschannel.

Laporan tertuang dalam STTPL/ 217-B/V/2020/LPG/RES METRO. Laporan tertanggal 20 Mei 2020 berisi dugaan pelanggaran terhadap pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 310 dan 311 KUHP.

Dalam siaran pers 1 juni 2020, Pihak Sekretariat DPRD Metro menilai konten yang dimuat di situs berita daring dan kanal youtube tersebut tidak mengacu Kode Etik Jurnalistik.

Pemberitaan yang ditulis pertengah Mei 2020 dianggap tendensius dan telah menimbulkan stigma negatif bagi pribadi maupun institusi Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Metro.

“Kami adalah ASN Pemerintah Kota Metro yang ditempatkan pada unit kerja sekretariat DPRD Kota Metro. Jelas tidak ada tujuan politik apapun dalam kegiatan kesekretariatan jadi jangan dicampur adukkan dan dituduh kalau kami ini bisa mengatur anggaran suka-suka. semuanya jelas ada juknisnya dan dapat dipertanggung jawabkan selain itu kami juga diaudit oleh BPK”,  kata Sekwan DPRD Metro, Budiono.

Kuasa hukum kantor Eni Mardiyantari SH dan Rekan menegaskan pihaknya telah melaporkan dugaan penceraman nama baik dan pelanggaran Undang-undang ITE.

“Tuduhan yang disematkan kepada klien kami adalah tidak benar. Konten yang ditulis menggunakan data yang tidak akurat. Seluruh tuduhan tersebut telah kami verifikasi. Acuan kerja klien kami jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” tandas kuasa hukum, Eni Mardiyantari. (*)

LEAVE A REPLY