Sekali Berobat Rp 600 Ribu, Bocah Penderita Gizi Buruk di Pringsewu Butuh Bantuan Dermawan

0
738

RUBRIK, PRINGSEWU – Nesya Azizah, ┬ábalita berusia delapan bulan penderita gizi buruk, gangguan pendengaran dan jantung, saat ini sangat membutuhkan bantuan untuk biaya pengobatan.

Nesya merupakan putri pertama pasangan Fahruddin (34) dan Desi Setiyawati (36), warga Dusun Pringombo III, Kelurahan Pringsewu Timur, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Lampung.

Di rumah yang cukup sederhana Neysa dirawat kedua orangtuanya dan juga neneknya. Kedua orangtuanya merupakan tuna rungu dan tuna wicara. Sang bapak bekerja sebagai buruh bangunan.

Berat badan Neysa saat ini hanya 5,4 kg, terbilang tidak normal dibanding dengan usia sebayanya. Menurut Kaswati (57), neneknya Nesya, pada awalnya tidak ada permasalahan saat Neysa lahir.

“Nesya lahir dengan berat 2 kg, persalinan dilakukan di RSUD Pringsewu pada tanggal 13 Oktober 2015 lalu. Namun, saat pemeriksaan kesehatan dilakukan di RS Mitra Husada, menurut dokter, jantung Neysa Azizah belum terbentuk sempurna,” papar Kaswati saat ditemui di kediamannya, Kamis (14/7/2016).

Dengan mengikuti anjuran dokter dan demi kesembuhan Nesya, pemeriksaan pun dilakukan. Kedua orangtunya harus membayar Rp 600 ribu sekali berobat.

Terbentur biaya yang cukup mahal tersebut, keluarga tak sanggup terus berobat di rumah sakit, akhirnya kini kedua orangtua Neysa hanya membawa buah hatinya ke bidan setempat.

Orangtua maupun sang nenek sangat berharap ada uluran para dermawan yang kiranya mau membantu biaya pengobatan Neysa Azizah.

“Kami sebagai orangtua hanya bisa berusaha dan berdoa, berharap semoga Nesya secepatnya diberikan kesembuhan,” pungkas Kaswati.(Fid)

LEAVE A REPLY