Saeful Bahri, Mantan Sekertaris Jendral PDIP Tersandung Kasus Suap

0
1220
Saeful Bahri, suap, KPK, Mantan Sekertaris Jendral
Saeful Bahri Mantan Sekertaris Jendral PDIP Tersandung Kasus Suap / sumber : RMOL.id

RUBRIK, JAKARTA- Saeful Bahri, mantan anak buah Sekertaris Jenderal PDIP Hasto Kristayo dikabarkan tersandung kasus suap. Saeful terbukti memberikan suap kepada mantan komisioner KPU Wahyu Setiawan sekitar SGD 57.350 atau sekitar Rp600 juta. Suap itu terkait dengan permohonan Pergantian Antarwaktu (PAW) caleg PDIP, Harun Masiku.

Melansir Merahputih.com, sidang yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta ini, Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ronald Worotikan mengatakan bahwa Saeful memberikan uang itu kepada Wahyu Setiawan secara bertahap.

“Terdakwa telah memberi uang secara bertahap sejumlah SGD19.000 dan SGD38.350 yang seluruhnya setara dengan jumlah Rp 600.000.000 kepada Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara,” kata Jaksa Ronald membacakan surat dakwaan, Kamis (2/4).

Jaksa Ronald menambahkan bahwa Wahyu Setiawan yang saat itu menjabat sebagai anggota KPU periode 2017-2019 menerima uang melalui orang kepercayaannya yang juga bekas anggota Bawaslu, Agustiani Tio Fridelina.

“Uang tersebut diberikan dengan maksud agar Wahyu Setiawan mengupayakan KPU RI menyetujui permohonan pergantian antarwaktu (PAW) Partai PDI Perjuangan dari Riezky Aprilia sebagai anggota DPR RI Dapil 1 Sumsel kepada Harun Masiku Dapil 1 Sumsel,” ujar Jaksa Ronald.

Dalam dakwaan, Jaksa juga menyebut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto turut menyetujui PAW tersebut. Jaksa pun mengungkapkan sejatinya komitmen suap ini sekitar Rp 1,5 Miliar.

Atas perbuatannya Saeful didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP. (dw/us)

LEAVE A REPLY