Rusak Parah, Jalan Desa Semangus Berlumpur dan Tak Bisa Dilewati Kendaraan

0
340
Pali
Salahsatu kondisi jalan yang rusak parah di Semangus

RUBRIK, PALI – Hujan yang turun secara merata di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) beberapa pekan terakhir membuat akses jalan di sebagian wilayah Bumi Serepat Serasan menjadi berlumpur.

Jalan berlumpur itu menyulitkan warga yang melintas untuk melakukan rutinitas. Salah satunya di Desa Semangus, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.

Kondisi jalan di wilayah desa yang terletak di perbatasan paling barat Kabupaten PALI ini sangat memperihatinkan.

Padahal pada tahun sebelumnya jalan desa tersebut sudah dilakukan cor beton, namun masih ada sejumlah titik yang masih berlumpur dan tidak dapat dilalui.

Pantauan media ini di lapangan, ada tiga hingga empat titik jalan yang saat ini menjadi genangan lumpur yang dalam dan tidak dapat dilalui oleh kendaraan, baik roda dua ataupun roda empat.

“Mobil, motor tidak bisa melewati jalan ini, karena selain licin, genangan ini juga sangat dalam, bahkan salah satu titik rusaknya ada yang mencapai kedalaman sepinggang orang dewasa,” ungkap Toha (29), warga setempat, Senin (26/2/2018).

Menurut Toha, saat ini jika ingin melintas kita harus melalui kebun warga, dan itupun kalau sehabis hujan juga tidak dapat dilalui, karena kontur tanahnya yang lembut dan licin.

Bahkan, lanjutnya, akses jalan yang demikian, sangat menghambat bagi perekonomian warga dan para pelajar  tingkat SMP dan SMA yang akan menuntut ilmu.

“Kalu mau berbelanja kita harus melintasi jalan perusahaan yang jaraknya tiga kali lipat lebih jauh. Ini membuat ongkos dan biaya perekonomian di sini naik, dan juga kasihan lihat pelajar yang bersekolah di Desa Benakat harus melintasi jalan keliling juga,” ujarnya.

Selain itu warga desa yangang mayoritas petani karet harus menjual hasil tani sedikit murah, karena tengkulak juga jarang masuk.

“Mau tidak mau kami harus jual, karena untuk makan,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Sulaiman, tokoh masyarakat ini berharap pemerintah memperhatikan wilayah desanya tersebut.

“Kabarnya memang sudah dianggarkan untuk melanjutkan pembangunan jalan desa ini (Semangus), tetapi kita tidak tahu kapan itu akan direalisasikan. Kalau bisa kami meminta pemerintah untuk memperbaiki sementara dulu jalan kami ini, agar perekonomian dan anak sekolah tidak terganggu. Kalau melihat saat ini sama saja desa kami ini terisolir,” ungkapnya.

Terpisah, beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Etti Murniaty mengatakan bahwa pada tahun 2018 ini akan ada pembangunan jalan perdesaan, salah satunya di Desa Semangus.

Namun, Etti tidak menjelaskan kapan akan dilaksanakan pembangunan jalan tersebut.

“Tahun ini memang sudah dianggarkan pembangunan jalan perdesaan, dan salah satunya Desa Semangus, kalau untuk waktunya kita tunggu saja kapan, yang pasti akan disegerakan,” pungkasnya.(Tedy)

 

LEAVE A REPLY