Redam Amarah Bupati Lamteng, Terjun Langsung

0
1276

Lampung Tengah – Untuk mengatasi kerusuhan antar dua dusun di Kampung Buyut Udik yang terjadi malam tadi, Jum’at (17/5/2019) agar tidak meluas, Bupati Lampung Tengah, Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto turun langsung membantu meredam amarah antar kedua kelompok tersebut.

Mediasi ini juga dihadiri oleh Forkopimda setempat, tokoh masyarakat, tokoh adat dan kepala Kampung Buyut Udik, Kepala Kampung Buyut Ilir serta warga kedua dusun yang terlibat kerusuhan.

Dalam sambutannya, Loekman prihatin dengan kejadian ini dan seharusnya dapat diselesaikan secara musyawarah. Menurutnya kejadian yang kecil menjadi besar, yang di lakukan seseorang akhirnya membawa orang banyak.

“Saya prihatin, kenapa tidak diselesaikan secara musyawarah. Kejadian ini hanya gara-gara seseorang dan akhirnya merambat luas, dan semua nya di rugikan. Jika ada masalah mestinya harus diselesaikan dengan cara yang baik, disini ada aparatur Kampung, tokoh masyarakat dan juga ada juga penegak hukum, dengan adanya kejadian ini membuat nama daerah kita ini jelek di mata dunia atau nasional,” ucap Loekman Djoyosoemarto, Sabtu ( 18/5/19).

Lanjut Loekman, Pemda setempat akan membuat patung monumen perdamaian di Lamteng. Hal ini diharapkan bisa mengingatkan kepada anak cucu bahwa ada kesepakatan perdamaian yang telah tercapai.

“Saya dan forkopimda sudah sepakat akan membuat patung perdamaian sebagai pengingat untuk anak cucu kita, jika ada yang mau berbuat keributan akan ingat bahwa nenek moyang nya dahulu telah membangun patung perdamaian untuk semua masyarakat sehingga niat untuk berbuat kerusuhan tidak ada lagi”, ungkapnya.

Sementara itu salah satu Tokoh Masyarakat Lampung Tengah Mereka Ahmad mengatakan, warga dua dusun tersebut untuk sama-sama intropeksi diri dan tidak mencari mana yang benar dan mana yang salah. Musa juga mengajak kepada seluruh warga untuk berfikir positif dan tetap terus hidup berdampingan.

“Mari kita semua sadar diri dan berfikir positif agar kita tetap bisa hidup berdampingan disini, karena dahulu transmigrasi pertama adalah di Lampung Tengah jadi tunjukkan kepada semua masyarakat bahwa kita ini selalu hidup rukun dan damai karena kita ini tidak bisa hidup sendiri”, katanya kepada dua belah pihak warga yang terlibat kerusuhan.

Mantan Wakil Bupati Lampung Tengah ini mengharapkan permasalahan ini dapat diselesaikan tanpa meminta bantuan dari pihak luar yang bisa merugikan kampung sendiri. Serahkan permasalahan itu kepada perangkat kampung, tokoh masyarakat dan pihak berwajib yang bisa memberikan solusi yang baik tanpa ada pihak yang dirugikan.

“Saya berharap persoalan ini jangan sampai ditunggangi dari pihak luar yang seakan berpihak pada kita justru malah menghancurkan kita. Serahkan persoalan ini kepada perangkat kampung dan pihak kepolisian yang bisa memberikan solusi terbaik,” jelasnya.

Ditempat yang sama Kapolres Lamteng AKBP I Made Rasma mengucapakan terimakasih kepada seluruh kepala kampung dan tokoh masyarakat yang telah membantu pihaknya meredam kerusuhan dan berharap kejadian seperti tidak terulang lagi.

”Saya banyak berterimakasih kepada para kepala kampung , tokoh adat dan tokoh masyarakat yang telah membantu kami dan saya harap kejadian ini tidak terulang lagi,” tutupnya. (red)

LEAVE A REPLY