Rayakan HUT ke-54, Lapas Gunung Sugih Musnahkan Ratusan HP Sitaan dari Napi

0
87

UBRIK, LAMPUNG TENGAH – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Gunungsugih, Lampung Tengah (Lamteng) memusnahkan ratusan barang sitaan handphone (HP), kabel, pisau, garpu, dan alat lainnya yang berhasil disita dari para narapidana (warga binaan) dan pengunjung yang masih membandel menyelundupkan barang yang dilarang dalam Lapas.

Kalapas Kelas III Gunungsugih Lamteng Syarpani mengatakan, penyitaan berupa handphone dan barang lainnya merupakan hasil dari penggeledahan rutin yang dilakukan anggota lapas.

“Saya pimpin sendiri, selama lima bulan, yang kemudian kami lakukan pemusnahan dengan cara dibakar,” ucap Syarpani, dalam perayaan syukuran HUT ke-54 Lapas Kelas III Gunungsugih, Lamteng, Rabu (2/5/2018).

Syarpani mengungkapkan, pada perayaan HUT ke-54 Lapas Kelas III Gunungsugih ini, diharapkan bisa menjadi momen pembelajaran bagi kita semua.

“Saya berharap masyarakat sadar, akan pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan hukum, dan tidak lagi menyelundupkan hp dalam lapas. Dalam perayaan HUT Lapas ke-54 ini, kita jadikan hari menjadi menit. Dengan mengadakan syukuran. Semoga di usia yang kesekian ini, Lapas Gunungsugih bisa lebih meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat,” ucapnya.

Di era teknologi sekarang ini, para warga binaan tidak lagi harus bertanya kapan akan keluar, karena sudah ada data tinggal sidik jari, akan muncul kapan mendapat remisi dan kapan keluar (bebas).

Selain itu, Lapas sudah ada fasilitas wartel, yang bisa digunakan untuk komunikasi yang merupakan bantuan dari pihak Bank BRI, sehingga barang terlarang seperti HP dalam lapas bisa dihindari.

Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada Alan sebagai pemilik tanah yang telah menghibahkan tanahnya kepada Lapas Gunungsugih. Kemungkinan nanti akan dibangun fasilitas gedung sebagai layanan informasi.

“Alhamdulilah, Lapas Kelas III Gunungsugih, Lamteng telah mendapat hibah tanah dari Pak Alan dengan luas tanah 15×150 meter persegi, yang nantinya akan dijadikan sebagai gedung pelayanan informasi dan layanan tunggu,” ujarnya.

Menurut Syarpani, sudah seharusnya program nawacita Presiden Jokowi bisa berjalan dengan baik.

“Sebagai pelayan masyarakat sudah seharusnya ada di tengah-tengah masyarakat dalam memberikan pelayanan. Bukan saatnya kita dicari tapi kita yang menjemput dan memberikan pelayanan,” pungkasnya.(Ddy)

LEAVE A REPLY