PPKBD se Kabupaten PALI Dikukuhkan

0
132

PALI – Sebanyak puluhan kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana (PPKBD) dan Kader Sub-PATBM di lima Kecamatan Sekabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) resmi dikukuhkan.

Pengukuhan, langsung dipimpin oleh Bupati PALI Ir.H Heri Amalindo,.M.M di Gedung Pesos Komperta Pendopo Talang Ubi, Selasa, (12/2/2019).

Pelantikan tersebut selain dihadiri Bupati Pali Heri Amalindo juga dihadiri oleh Kepala Peewakilan BKKBN Sumsel Drs Waspi, para Kepala Desa, tokoh Msyarakat, tokoh Agama serta Tokoh Pemuda .

Bupati PALI Ir. H. Heri Amalindo,.M.M. Mengatakan juga memberikan arahan untuk ditingkat desa/kelurahan atau RW atau RW. “Karena PPKBD dan Sub PPKBD merupakan perpanjangan tangan penyuluh KB di desa. Mereka Masing masing bersentuhan dengan masyarakat untuk mensosialisasikan program KB, sehingga harus profesional betul. Apalagi saat ini angka pernikahan dini di bawah umur sangat tinggi,” ujar Bupati.

Dalam pengukuhan kader PPKBD, Sub PPKBD dan PATBM dikemas oleh Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) PALI.

Dalam satu agenda acara yang diberi nama Temu Kerja Kader (PPKBD), Sub Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (Sub-PPKBD). PATBM, Koalisi Kependudukan dan Fapsedu tahun 2019 se-kabupaten PALI.

Semantara Yenni Nopriani, kepala DPPKBPPPA PALI menyebutkan kegiatan tersebut  beragam diikuti sebanyak 500 peserta terdiri dari kader PPKBD, kader Sub PPKBD, kader PATBM, Koalisi kependudukan dan Fapsedu.

“Usai selasai pengukuhan  juga pemberian penghargaan bagi PLKB, PPKBD dan Kampung KB terbaik. Setelah dikukuhkan, para kader langsung kita bekali melalui pelatihan dengan mengundang nara sumber dari BKKBN Sumsel,” imbuhYenni.

Tambahnya. Kelembagaan program KKBPK dan Pengendalian kualitas penduduk dan pembangunan keluarga, pengelolaan IMP dan Poktan serta metode kontrasepsi.

“Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kinerja para kader dengan pemberian materi-materi tersebut sehingga kader memahami dan mengerti tentang metode kontrasepsi, kelompok kerja Institutusi Masyarakat Pedesaan (IMP) untuk mempermudah penyuluhan dan memotivasi para akseptor KB,” pungkasnya.(tdy/yus)

LEAVE A REPLY