Populasi Kerbau Ancam Kelangsungan Gajah Liar di Way Kambas

0
649

RUBRIK, LAMPUNG TIMUR – Kerbau-kerbau yang berada di hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) masih menjadi momok bagi keberadaan gajah-gajah liar yang ada di TNWK.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Balai TNWK Subakir saat berkunjung ke desa penyangga hutan yaitu di Desa Brajaharjosari, Kecamatan Brajaselebah, Lampung Timur, Kamis (25/8/2016).

Saat berkunjung di desa penyangga pihak TNWK yang didampingi LSM WCS juga Bupati Chusnunia Chalim dan diikuti oleh pejabat pemda Lamtim, yang diwakili oleh Asisten II Junaidi.

Menurut Subakir, ratusan kerbau yang masih berkeliaran di hutan TNWK sebaiknya agar secepatnya dikeluarkan sebelum berkembang biak di dalam hutan. Sebab kerbau merupakan faktor penyebar penyakit yang bisa membuat gajah-gajah terjangkit penyakit yang disebabkan virus dari kotoran kerbau.

“Kami dan WCS akan segera memberikan surat kepada kepala Desa Brajaselebah,” kata Subakir.

Surat tersebut berisi agar kepala Desa Brajaharjosari menginstruksikan kepada warga yang merasa memiliki ternak kerbau yang ada di kawasan hutan TNWK secepatnya dikeluarkan.

“Informasinya dulu memang pernah mencapai ribuan kerbau di hutan namun sudah berkurang banyak setelah dilakukan operasi dengan cara ditembak di tempat,” kata Subakir.

Selain itu, Subakir mengajak pejabat Pemda Lamtim turun ke kawasan (desa penyangga) yang dianggap rawan dengan konflik gajah antara petani. Seperti di Desa Brajaharjosari, Kecamatan Way Jepara.

“Tujuan kami bersama pemda turun ke sini untuk mencari solusi bagaimana menanggulangi konflik gajah dan petani,” kata Subakir.(*)

LEAVE A REPLY