Polres Tanggamus Ringkus 23 Tersangka dan 13,27 Gram Sabu Selama Operasi Antik II Krakatau

0
486

RUBRIK, TANGGAMUS – Jajaran Polres Tanggamus berhasil mengungkap 17 kasus peredaran gelap narkoba melalui Operasi Antik Krakatau II 2017.

“Barang bukti yang berhasil disita sebanyak 13,27 gram sabu-sabu dari tangan 23 tersangka,” kata Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, didampingi Wakapolres Kompol M Budhi Setyadi, Kabag Ops Kompol Aditya Kurniawan, dan Kasatres Narkoba Iptu Anton Saputra, dalam gelaran press confrence di Mapolres Tanggamus, Rabu (30/8/2017).

Alfis Suhaili mengungkapkan, dari 17 kasus yang ditangani terdiri dari 7 kasus di Kabupaten Tanggamus, 10 kasus di Kabupaten Pringsewu. Dengan tersangka asal Tanggamus sebanyak 8 laki-laki dan satu perempuan serta dari Kabupaten Pringsewu 15 tersangka seluruhnya laki-laki.

“Dari kesuluruhan kasus dan tersangka dalam Operasi Antik II Krakatau 2017, Polres Tanggamus mengungkap target operasi (TO) sebanyak satu orang, selain itu berhasil menangkap Kepala Pekon dan ASN Kabupaten Mesuji dalam perkara narkoba tersebut,” ungkap Alfis Suhaili.

Sementara itu, untuk analisa berdasarkan usia tersangka, rata-rata tersangka berusia 21-30 tahun. “Analisa usia tersangka, 18-20 sebanyak 2 orang, 21-30 sebanyak 13 orang, 30-40 sebanyak 5 orang dan 40-50 sebanyak 3 orang,” jelas Kapolres.

Terhadap analisa usia tersangka per kabupaten, menurut Kapolres, khusus Kabupaten Tanggamus, 21-30 sebanyak 5 orang, 30-40 sebanyak 3 orang.

“Khusus kabupaten Pringsewu usia 18-20 sebanyak 2 orang, 21-30 sebanyak 8 orang, 30-40 sebanyak 2 orang dan 40-50 sebanyak 3 orang,” bebernya.

Dari jumlah barang bukti seluruhnya merupakan sabu-sabu, hasil analisa bahwa minat penyalahgunaan narkoba telah beralih ke jenis narkoba tersebut. Sehingga hal itu menjadi tantangan Polres Tanggamus untuk lebih meningkatkan pencegahan peredaran barang haram itu.

Kapolres sepakat akan terus melakukan kegiatan penindakan dan pencegahan walaupun tidak ada operasi dari kepolisian.

“Meskipun tidak ada Operasi Antik, kami Polres dan jajaran tetap akan perang terhadap peredaran gelap narkoba di Kabupaten Tanggamus dan Pringsewu karena penyalahgunaan narkoba sangat merugikan kesehatan masyarakat. Dan pencegahan bersama stakeholder lainnya karena peredaran narkoba merupakan program prioritas Polri selain C3 (Curat, Curas, Curanmor),” pungkasnya.(Fd)

 

LEAVE A REPLY