Polisi Grebek Gudang Pengoplos BBM, Ditemukan Juga Bong Sabu Serta Satu Box Amunisi Aktif

0
739
AKBP.Slamet Wahyudi, Kapolrs Lampung Tengah, Penggerebekan BBM Oplosan
Tiga Mobil pengangkut BBM opolosan yang diamankan pihak Kepolisian Polrea Lampung Tengah

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Lagi, Kapolres Lampung Tengah,  AKBP Slamet Wahyudi memimpin langsung pengrebekan komplotan penjahat, Sabtu 17/03/2018. Kali ini yang menjadi sasaran pihak Kepolisian adalah gudang pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax yang dioplos dengan minyak mentah, bertempat di kampung Sendang Agung, Kecamatan Bandar Mataram Kabupaten Lampung Tengah.

Dalam pengrebekan ini Polisi menyita belasan ton BMM yang di oplos dan siap di edarkan. Dalam penagkapan ini telah Polisi berhasil mengamankan enam pelaku termasuk pemilik gudang dan barang bukti armada pengangkut BBM oplosan minyak mentah serta ditemukan Bong Sabu dan Satu Box Amunisi aktif, di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kapolres Lampung Tengah,AKBP Slamet Wahyudi S.Ik,   mengatakan penggerebakan ini berawal dari informasi  dari masyarakat terkait adanya pengiriman bahan minyak mentah dari Provinsi Sumatra Selatan (Palembang), dan juga BBM jenis Pertalite dan Pertamax dari Kota Bandar Lampung, yang proses pengirimannya berlangsung setiap tiga hari sekali di lokasi tersebut.

“Laporan itu sudah kita lidik sejak tiga hari sebelum penggrebekan. Setelah saya pulang menghadiri tablik  akbar di Mapolda Lampung, sesampainya di Mapolres langsung mengumpulkan angota untuk bersiap menuju  TKP. Setelah kami sampai TKP pasukan kami langsung masuk kedalam gudang ternyata benar di lokasi kami dapati aktifitas pengoplosan BBM, ” ujar Kapolres AKBP. Selamet Wahyudi.Minggu, (18/03).

Di dalam gudang milik Rudy Suwong ini Polisi menemukan 18 tungku untuk mengoplos BBM. Selain itu juga ada 4,8 ton BBM yang sudah di oplos dan siap untuk di edarkan. Setelah dihitung Polisi berhasil menyita 16 ton BBM yang siap jual, lalu minyak mentah dan Pertalite serta Pertamax yang  siap di oplos.

“Di TKP kami mendapatkan  4.8 ton BBM  yang sudah di oplos. Kami juga mendapatkan BBM yang sudah siap akan dijual di salah satu pedagang eceran sebanyak 40 drigen. Untuk total yang BBM yang kami amankan ada 16 ton diantaranya 10 ton BBM jenis Pertamax. Kami juga menyita tiga Mobil Pickup dan satu Truk yang di duga tidak ada kelengkapan surat, dan dipergunakan untuk masarkan BBM oplosan, ” Imbuh Kapolres Lampung Tem)ngah.

Ia menjelaskan, para pelaku melakukan pengoplosan mengunakan mesin pencampur BBM jenis Pertamax,  dan  minyak mentah menggunakan takaran, Dalam proses pengoplosan pelaku mencampur 400 liter BBM murni jenis Pertamax atau Pertalite dengan 600 liter minyak mentah, setelah di oplos lalu di campur dengan zat pewarna untuk mengelabui para pembeli, agar warnaya terlihat pekat seperti BBM asli.

“Sistem pengoplosanya mereka mengunakan mesin dan tungku, BBM murni di campur minyak mentah, lalu di beri zat pewarna. Masyarakat yang membeli tentu tidak bisa membedakan meski dibeli dengan harga murah, namun setelah beberapa kali di gunakan untuk bahan bakar kendaraan, berselang satu bulan kendaraan yang telah mengunakan BBM oplosan itu akan sering ngadat  (bermasalah) meski kendaraan baru.  Dengan adanya kendala itu masyarakat mengadu dan memberi informasi ke saya, ” Lanjut Kapolres Selamet Wahyudi

Kapolres menjelaskan,  dalam satu hari produksi,  komplotan pengoplos BBM ini bisa memproduksi BBM oplosan sebanyak empat ton untuk dijual  kepada para pengecer. Hasil oplosan di jual ke tiga titik wilayah yang ada di Kabupaten Lampung Tengah, diantaranya kecamatan terdekat yakni di Kecamatan Seputihmataram.

Saat ini Kapolres juga sedang melakukan penyelidikan terkait dugaan adanya pengamana (beking) yang dilakukan anggotanya terhadap kegiatan pengoplosan BBM ini.”Ada atau tidaknya keterlibatan anggota dalam aktifitas Gudang BBM oplosan ini perlu kita dalami. Anggota ini benar tau,  atau mengetahui tapi ada pembiaran. Ini masih kita selidiki , ” Tegas Kapolres

Sementara itu pemilik tempat oplosan BBM, Rudi Suwong mengatakan bahwa bisnis yang di kerjakan sudah berjalan lama, dalam satu hari menurutnya ia bersama rekan – rekanya bisa memproduksi 100 drigen BBM campuran dan setiap drigen berisi 35 liter .Dari keuntungan mengoplos BBM tersebut dirinnya mendapatkan untung sebesar Rp. 1200,/liter.

”Ini sudah lama kami lakukan dan setiap hari bisa produksi sebanyak 100 drigen dan tiap drigen nya berisi 35 liter BBM. Dan saya mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 1200,-/liter kami mengedarkan BBM opolosan di wilayah – wilayah kampung sekitar Lampung Tengah,”tutur Rudi.(Ddy)

LEAVE A REPLY