Polisi Asal Lamteng Jadi Korban Bom Kampung Melayu, Ini Harapan Bupati Mustafa

0
427
Bom Kampung Melayu
Bupati Mustafa melayat ke rumah Bripda Ridho anggota polisi korban bom Kampung Melayu

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Ledakan bom Kampung Melayu Jakarta Timur, Rabu (24/5/2017) malam, menelan tiga aparat kepolisian. Satu di antara mereka adalah Bripda Ridho Setiawan yang merupakan warga Negeri Katon, Kecamatan Selagai Lingga Kabupaten Lampung Tengah.

Bupati Lampung Tengah Mustafa berharap, polisi segera mengungkap kasus tersebut, sehingga tidak terulang kejadian yang sama.

Hal ini disampaikan Mustafa saat melakukan takziyah di kediaman orangtua Bripda Ridho, Kamis (25/5/2017) malam.

“Kami semua turut berduka cita. Ini adalah kesedihan kita semua. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran. Menjelang bulan suci Ramadhan, kita dinodai aksi bom bunuh diri. Mudah-mudahan ini segera terungkap, dan jaringan yang dianggap sebagai pelaku dapat ditangkap,” katanya.

Mustafa tiba di rumah duka sekitar pukul 19.00 WIB. Pada kesempatan itu bupati ronda ini juga memberikan santunan kepada pihak keluarga. Sebagai salah satu putera terbaik Lampung Tengah, pihaknya juga akan memberikan penghargaan kepada Bripda Ridho.

“Bripda Ridho adalah salah satu putera terbaik Lampung Tengah. Kami akan memberikan penghargaan untuk mengenang jasanya,” imbuh Mustafa.

Menanggapi kasus bom bunuh diri, Mustafa mengajak masyarakat khususnya di Lampung Tengah untuk berkepala dingin dengan tidak memberikan komentar-komentar provokatif yang akhirnya justru memecah belah persatuan dan kesatuan.

“Saya harap kejadian ini tidak dipanas-panasi dengan komentar-komentar yang berbau SARA. Saya yakin tidak ada satupun agama yang menghendaki kekerasan. Semua agama cinta damai. Jadi jangan sampai kejadian ini memecah belah kita,” tandasnya.

Dari pantauan media, jenazah Bripda tiba Ridho di rumah duka sekitar pukul 17.45 WIB. Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga korban. Ratusan warga atau tetangga juga berkumpul menyambut kedatangan jenazah korban.

Fatimah, bibi korban mengaku terkejut menerima informasi meninggalnya anak dari pasangan Gunawan dan Khofifah ini. Pasalnya tidak ada firasat sedikitpun bahwa keponakannya itu meninggal dalam tragedi bom bunuh diri di Kampung Melayu.

“Kami mendapatkan kabar bahwa almarhum sudah tidak ada pukul 03.00 WIB dini hari. Kami terkejut karena sebelumnya kami tidak merasakan firasat apa-apa,” ungkapnya.

Di mata keluarga, Bripda Ridho Setiawan merupakan sosok yang baik dan ramah kepada semua orang. Bungsu dari tiga bersaudara ini juga dikenal tidak banyak bertingkah dan kerap dijadikan panutan di keluarga.

Pemakaman Bripda Ridho dilakukan secara militer dan dimakamkan di pemakaman keluarga tak jauh dari kediamannya.

Upacara penghormatan dipimpin langsung oleh Wakapolda Lampung Brigjen Pol Bonifasoisus Tampoi. Pemakaman juga dihadiri Sabhara Polda Metro Jaya Kombes Slamet Hadi.

Ridho dinaikkan pangkatnya menjadi Briptu Anumerta.(*)

LEAVE A REPLY