Pipa Transfer Minyak Mentah Pertamina Kembali Bocor di Lima Titik

0
298
Pipa pertamina bocor, PALI, Limbah minyak
Salahsatu warga menunjukan kondisi limbah minyak

RUBRIK, PALI – Pipa transfer minyak mentah milik PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field yang berlokasi di Desa Setia Jaya, Kabupaten Musi Banyu Asin, perbatasan Desa Talang Akar, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali disabotase oleh orang tidak bertanggung jawab.

Tak tanggung-tanggung, kali ini ada lima titik kebocoran di jalur pipa yang sama yang mengakibatkan semburan minyak mentah menyasar ke kebun-kebun karet milik warga serta masuk ke sungai di sekitar lokasi pipa yang bocor.

Krbocoran minyak di Pali, Pipa Pertamina, Limbah Minyak di Sumsel
Kondiai tanah warga yang digenagi limnah minyak

Akibatnya air sungai berubah jadi hitam pekat dan berbau. Sedangkan hutan dan pohon karet milik warga yang terkena semburan minyak, terlihat mengering atau mati.

Namun sangat disayangkan, meski kejadian bocornya pipa minyak tersebut diketahui sejak Selasa (15/5/2018) lalu, tetapi pihak Pertamina seolah lambat menangani limbah minyak yang mencemari lingkungan dan seolah dibiarkan berceceran di mana-mana.

“Kejadian itu diketahui sebelum puasa, tetapi pihak Pertamina tidak pernah berkoordinasi dengan kami selaku pemerintah desa. Padahal lokasi itu jelas masuk ke wilayah Talang Akar,” ungkap Heru Martin, kepala Desa Talang Akar, Minggu (20/5/2018).

Menurutnya, banyak kebun warga jadi korban semburan minyak yang berasal dari pipa yang bocor. Namun,.pihak Pertamina selalu beralasan bahwa akibat disabotase jadi tidak ada ganti rugi.

“Kami minta secepatnya dibersihkan, dan kalau memang itu disabotase, ungkap siapa pelakunya, karena pihak Pertamina banyak memiliki tenaga keamanan. Sebab akibat kejadian itu ¬†banyak warga yang tidak bersalah jadi korbannya,” tandasnya.

Sementara itu, Ferry Prasetyo, Asisten Manager PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field mengaku bahwa kejadian tersebut diketahui sudah lima hari yang lewat.

Hanya saja, menurut Ferry bahwa lokasi kejadian dari keterangan petugas di lapangan masuk wilayah Desa Setia Jaya, Kecamatan Jirak, Kabupaten Musi Banyuasin, sehingga.pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah Desa Setia Jaya.

“Pembersihan langsung dilakukan pihak Elnusa sebagai sub dari Pertamina. Hanya saja, pembersihan melibatkan warga dari Desa Setia Jaya, dan jelang puasa, warga yang bekerja meminta libur sementara untuk jalankan ibadah puasa. Oleh sebab itu, proses pembersihan tertunda,” terang Ferry.

Tetapi, dalam waktu dekat ini dikatakan Ferry pihaknya akan meminta pihak Elnusa untuk segera mengirim petugas dari Pendopo untuk melakukan pembersihan.

“Sesegera mungkin akan dikirim petugas dari Pendopo agar permasalahan ini segera selesai. Masalah lokasi masuk ke wilayah Desa Talang Akar, kami akan memerintahkan pihak Elnusa untuk berkoordinasi dengan pemerintah desa tersebut, jangan sampai kejadian ini berlarut-larut,” pungkasnya.

Sementara Lembaga Gerakan Pemerhati Lingkungan (LGPL) Fausy Ahmad mengaku sangat prihatin dan sangat mengencam keras atas kinerja pihak PT Pertamina yang sangat lamban dalam menangani limbah seperti ini.

Menurut Fausy, kejadian ini diketahui sudah hampir empat bulan lamanya, tapi tidak ada sikap tegas dalam menangani limbah ini.

“Yang dulu saja ada tujuh titik mengalami kebocoran dan kali ini ada lima titik kebocoran pada jalur yang sama. Kenapa limbah ini sudah sekian lama dibiarkan begitu saja?” ujarnya.

Ia mengatakan, lahan masyarakat yang terkontaminasi limbah itu bahkan belum sama sekali dibersihkan oleh pihak Pertamina.

Oleh sebab itu LGPL akan melakukan upaya hukum dan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup.

“Kalau tidak ada tidakan tegas kita akan melakukan upaya ke Kementerian Lingkungan Hidup karena ini sudah mengancam ekosistem yang ada,” pungkasnya.(purba)

LEAVE A REPLY