Pengembang Jalan Tol Trans Sumatera Ganti Rugi Penggusuran 20 Makam di Gunungsugih

0
576
Makam fi gusus, JTTS, Gunungsugih
Sejumlah Warga yang menjadi korbam penggusuran makam keluarganya menerima ganti rugi.

RUBRIK, LAMPUNG Tengah  – Warga Kelurahan Gunungsugih, Kecamatan Gunungsugih, Lampung Tengah, akhirnya menerima ganti rugi 20 pemakaman yang terkena pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), Jumat (12/1/218).

Padahal sebelumnya, 20 pemakaman ini tidak mendapatkan ganti rugi.

Dendi Indra Jaya selaku perwakilan BPN Lamteng mengatakan, anggaran yang dikucurkan untuk ganti rugi 20 pemakaman yang terkena pembangunan JTTS sekitar Rp 61 juta lebih.

“Dua puluh pemakaman di Kelurahan Gunungsugih diberi uang kerohanian sekitar Rp 61 juta lebih. Itu termasuk biaya relokasi dan tanah penggantinya,” katanya.

Guna mempercepat proses pembangunan JTTS, kata Dendi, panitia memberikan tenggat waktu pembongkaran dan pemindahan hingga 23 Januari 2018.

“Pembongkaran dan relokasinya, panitia memberikan batas waktu hingga 23 Januari 2018. Panitia menawarkan bantuan pembongkaran atau relokasi. Tapi, jika ahli waris akan melakukan pembongkaran dan relokasi sendiri dipersilakan,” ujarnya.

Terkait rumah dan lahan lainnya, kata Dedi, dapat dicairkan di Pengadilan Negeri Kelas II Gunungsugih.

“Kalau tanah dan bangunan yang sudah fix, bisa dicairkan di pengadilan yang telah menerima titipan. Hari ini hanya untuk ganti rugi pemakaman. Untuk objek ganti rugi yang belum ada nilainya, menunggu perubahan dari tim appraisal,” ungkapnya.

Sedangkan Ketua Forum Pembebasan JTTS Ibrahim Albab menyatakan, permohonan ganti rugi 20 pemakaman yang telah diajukan dikabulkan.

“Alhamdulillah, permohonan ganti rugi 20 pemakaman yang telah diajukan dikabulkan. Hari ini ahli waris menerima pembayaran. Pembayaran sesuai SK Bupati Lamteng. Yakni Rp 4.731.000  untuk pemakaman porslen, Rp 1.200.000 untuk pemakaman biasa, dan Rp 923.000 untuk pemakaman anak-anak. Uang yang diterima utuh tanpa potongan,” katanya.

Pembayaran ganti rugi 20 pemakaman, kata Ibrahim, menurut panitia pinjaman dari PT Hutama Karya (HK) selaku pengembang JTTS.

“Pinjaman dari PT HK uang pembayarannya. Jika telah keluar hasil validasi tim appraisal dan kenyataan nilai lebih kecil dari pembayaran hari ini, diputuskan uang yang diterima tidak akan dikembalikam. Jika nilai validasi lebih besar dari nilai ganti rugi hari ini, kelebihannya akan dikembalikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Terkait pembongkaran dan relokasi pemakaman, kata Ibrahim, seluruh

ahli waris sepakat melakukan pemindahan secara mandiri tanpa melibatkan pihak pengembang atau PT HK.

“Ahli waris sepakat dibongkar sendiri. Meskipun, PT HK menawarkan untuk membantu,” pungkasnya.(*)

LEAVE A REPLY