Pembacaan 1 Miliar Sholawat Nariyah untuk Keselamatan Bangsa dipusatkan di Pondok Pesantren Darussa’addah

0
641
Pembacaan Sholawat Nariyah oleh ribuab santri pondok peaantren dan anggota PBNU di Lampung Tengah.

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Pondok Pesantren Darussa’addah Menggelar Pembacaan 1 Miliar Sholawat Nariyah untuk Keselamatan Bangsa. Pembacaan sholawat ini sekaligus sebagai peringatan Hari Santri Nasional.

Kegiatan Yang diprakarsai oleh PBNU ini diadakan serentak di Indonesia. Untuk propinsi lampung dipusatkan di Pondok Pesantren Darussa’adah Kelurahan Seputihjaya, Kecamatan Gunungsugih, Lampung Tengah, Jumat (21/10/2016) malam.

Peringatan Hari Santri Nasional yang akan jatuh pada 22 Oktober diisi dengan menggelar Pembacaan 1 Miliar  Sholawat Nariyah untuk keselamatan bangsa dan juga mengenang jasa para ulama dan santri yang ikut berperan penting dalam kemerdekaan Indonesia.

Menurut KH Mujib Qulyubi, wakil khatib Suriah PBNU, kegiatan ini merupakan momen penting untuk membangkitkan heroik bahwa dalam kemerdekaan Indonesia ada peran penting yang tidak dapat dilupakan baik dari para santri dan dukungan dari para kiai.

“Ini merupakan momentum penting untuk membangkitkan kembali heroik bahwa dalam kemerdekaan ada peran penting para santri dan dukungan para kiai. Maka iringan Hari Santri Nasional ini harus diikuti dengan kebijakan-kebijakan yang mendukung pesantren karena pendidikan yang orisinil di Indonesia adalah pesantren,” ungkap KH Mujib.

Ia juga berharap kepada para santri untuk terus melakukan jihad untuk melawan kebodohan, jihad melawan kemiskinan, dan jihad melawan korupsi. Dan kepada pemerintah, pihaknya berharap agar Rancangan Undang-Undang Pondok Pesantren dan Madrasah agar segera disahkan.

Sedangkan menurut keterangan dari panitia penyelenggara yang diwakilkan oleh anggota Komisi V DPR RI Musa Zainuddin, jumlah kegiatan pembacaan Sholawat Nariyah ini dipusatkan di Pondok Pesantren Darussa’adah dan di 6.000 titik seluruh Lampung dan melebihi kuota yang diminta.

“Untuk di Lampung dipusatkan di Pondok Pesantren Darussa’adah dan juga ada 6.000 titik lainnya di seluruh Lampung. Jika dikalkulasikan 6.000 dikalikan 4.444. Totalnya sebanyak 26.664.000 Sholawat Nariyah yang dibaca. Jadi sudah melebihi kuota yang diminta sebanyak 19 juta. Spirit diadakan kegiatan ini adalah bagaimana kita selalu dan senantiasa berdoa untuk keselamatan bangsa dan negara kita karena peran para santri sebelum dan sesudah kemerdekaan sangat luar biasa,” jelas Musa.

Jika seluruh kegiatan pembacaan Sholawat Nariyah di Indonesia dikumpulkan, angkanya mencapai 1.7 miliar bacaan sholawat dan ini merupakan peran serta dari PBNU untuk terus menjaga keselamatan bangsa melalui doa. Dalam hal ini tidak lepas dari peran para kiai dan para santri yang dalam menjaga keutuhan NKRI.(ddy)

 

LEAVE A REPLY