Pelajar SMA Negeri 3 Pangkalpinang Kerasukan Masal

0
131
Portal Berita Lampung, Online Lampung, Metro Berita, Lamtim Berita, Lamteng Berita
Kondisi pristiwa saat terjadi kerasukan masal di SMAN 3 Pangkal Pinang

BRIK,PANGKALPINANANG – Sejumlah pelajar di SMA Negeri 3 Pangkalpinang mengalami kerasukan pada saat upacara Senin (24/09/2018) sekitar pukul 07.30 WIB.

Melansir bangkapos.com, sampai pukul 10.00 peristiwa kerasukan masih ada yang mengalami kerasukan dengan meronta dan berteriak ketika diberi pertolongan oleh ustadz maupun guru-guru setempat.

Hal ini juga dibenarkan oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Pangkalpinang, Kunlistiani.

Dengan didampingi Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Suryadi, ia mengatakan bahwa peristiwa keradukan yang dialami para pelajar SMA Negeri 3 Palangpinang bermula pada upacara bendera. Pelajar yang mengalami kersukan, baik itu kelas 10,11 dan 12.

“Awalnya hanya ada dua siswi pada saat upacara itu, terus bertambah lagi. Pertama itu yang mengalami siswi kelas 12, kemudian menyusul yang lainnya.” jelas Kunlistiani.

Setidaknya sebanyak 20 pelajar SMA Negeri 3 Pangkalpinang mengalami kerasukan dan kebanyakan siswi perempuan dan hanya ada satu siswa lai-laki yang mengalami kerasukan.

Sebagian para siswi yang sudah mulai pulih dari kerasukan sudah diantar oleh rekannya pulang atau dijemput oleh pihak keluarga. Sementara itu,siswa lainnya masih dalam upaya penanganan oleh ustadz dan guru-guru di dalam ruang aula SMA Negeri tersebut.

Kunlistiani menambahkan bahwa 18 tahun yang lalu tepatnya pada tahun 2000 silam peristiwa kesurupan juga pernah terjadi di sekolah tersebut. Kunlistiani mengaku belum mengetahui penyebab puluhan siswinya mengalami kerasukan ini.

Untuk mengantisipasi agar peristiwa kesurupan yang dialami setidaknya sebanyak 20 siswa siswi tidak mengimbas pada siswa lain akhirnya pihak sekolah menghentikan kegiatan belajar mengajar dan ratusan siswa siswi SMA Negeri 3 Pangkalpinang dipulangkan.

“Siswa-siswi lain berusaha dipulangkan, semoga tidak terkena juga. Tadi saya sudah izin ke kabid SMA dinas pendidikan untuk mengantisipasi agar bisa dipulangkan.” tambahnya.

Ditempat yang sama, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Suryadi mengatakan kerasukan massal yang dialami siswi nya ini, terjadi hingga pada saat hendak kegiatan belajar mengajar akan dimulai . Namun melihat kondisi semakin tidak kondusif, para pelajar lainnya dipulangkan secara bertahap per kelas nya.

“Mereka hanya berteriak dan mencoba memberontak saat dibacakan ayat al-quran. Namun tidak sampai kerasukan yang histeris itu.” pungkas Suryadi

LEAVE A REPLY