Orangtua Pasien Suspek Covid-19 Membohongi Dokter, Mengaku Anaknya Batuk Karena Kacang Goreng

0
1156
orangtua pasien suspek Covid-19 bohongi dokter, seorang dokter unggah kegeraman terhadap pasien di Facebook, orangtua pasien mengaku anaknya batuk karena makan kacang goreng, Makassar
ilustrasi petugas kesehatan / sumber : Solok Selatan

RUBRIK, MAKASSAR – Seorang dokter di Makassar, Sulawesi Selatan mengunggah sebuah kisah yang ia alami saat ada orangtua pasien yang berbohong bahwa anaknya adalah suspek Covid-19.

Pada unggahannya di Facebook pada Kamis (4/6), dokter yang tidak diketahui namanya tersebut mengaku geram karena orangtua pasien tidak mengakui bahwa anaknya adalah suspek Covid-19.

Berdasarkan unggahan tersebut, sang dokter mengatakan bahwa ada seorang anak laki-laki berusia tiga tahun masuk ke Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit di daerah Sulawesi Selatan. Bocah tersebut datang dengan kondisi tidak sadarkan diri.

Sembari memberi pertolongan pertama petugas medis mencari informasi dari keluarga pasien mengenai penyebab sakit hingga membuat anak tersebut tidak sadarkan diri.

“Info yang didapat adalah si anak batuk keras sejak hari Selasa karena kebanyakan makan kacanag langkose,” tulis dokter di akun Facebook miliknya, dikutip dari Line Today.

Kacang langkose sendiri merupakan kacang goreng makanan khas Hari Raya di Selawesi Selatan.

Namun kahirnya petugas medis mencurigai bahwa penyebanya bukanlah karena terlalu banyak makan kacang lankose tapi melainkan anak tersebut merupakan suspek Covid-19. Hal ini dikarenakan ada bekas infuse di tangan anak tersebut.

Kemudian dokter pun mendesak orangtua anak tersebut mengenai riwayat pernah dirawat di rumah sakit tapi mereka tetap bersikeras soal kebanyakan makan kacang.

“Ibu, Bapak, kalau memang anak Ibu Cuma batuk biasa, tidak mungkin keadaannya seperti ini. Ibu jujur sama kami, kami akan berusaha tolong anak Ibu,” ujar sang dokter.

Sikap tegas dokter pun semakin tegas kepada orangtua anak itu, karena jika benar anak itu merupakan suspek Covid-19 maka semua tenaga medis yang ada di ruang gawat darurat serta keluarga pasien harus segera mendapat penanganan serius. Ahirnya setelah didesak berulang kali, ibu anak tersebut pun mengaku.

“Dokter, tolong anak saya, tolong dokter, iya, iya, saya jujur sekarang,” kata si Ibu.

Dari pengakuan ibu anak tersebut, akhirnya terungkap bahwa anak tersbeut pernah dirawat dan hendak dilarikan ke rumah sakit lebh besar untuk dilakukan penanganan. Namun, anak tersebut malah dibawa pulang shingga kondisinya semakin memburuk.

Setelah mengetahu hal tersebut, banyak perawat termasuk dokter rumah sakit tersebut menangis karena ketakutan.

Kisah yang dibagikan oleh dokter tersebut telah dibagikan 11.000 kali di Facebook dan memperoleh 7.000 komentar. Banyak warganet yang mengaku kesal atas sikap keluarga yang tidak juujur kepada pihak rumah sakit. Tak sedikit juga yang mmberikan saran kepada rumah sakit untuk lebig teliti serta memperhatikan keselamatan diri. (dw/us)

LEAVE A REPLY