Oknum SMP Negeri 3 Metro Diduga Menjual Aset Negara

0
646

METRO – Material bangunan yang merupakan aset Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Metro diduga dijual. Diduga ada oknum di SMP Negeri 3 Metro yang bermain dan menjual material aset negara, mulai dari balok usuk dan atap genteng tersebut.

Ketika dikonfirmasi, Lusi Andriyani, selaku kepala sekolah SMP Negeri 3 Metro mengatakan tidak tahu menahu soal penjualan material aset negara tersebut. Dia mengaku, aset tersebut sudah dimusnahkan.

“Dijual? Dijual kemana ya? Saya gak merasa jual kayu. Saya gak merasa jual-jual. Kalau memang iya, siapa? Buktinya mana? Saya gak merasa jual, saya gak merasa menggelapkan,” katanya.

Menurut Lusi. Material tersebut sudah dimusnahkan dan dia mengaku sudah mendapat izin dari Dinas Pendidikan setempat, dikarenakan hendak ada lomba.

“Itu diambil langsung dihancurkan, kita ada fotonya, ada buktinya fisiknya. Barang-barang diambil, itu dihancurkan di 21 itu dihancurkan memang sudah tidak layak pakai,” kata Lusi ketika dikonfirmasi, Selasa 19 Februari 2019.

Menurut Lusi. Penghancuran aset tersebut sudah diketahui Dinas Pendidikan Kota Metro. “Kalau dinas sudah tahu. Foto-foto (penghancuran, red) kemarin kan sudah kami kirimkan. Dihancurkan, karena sudah gak layak pakai, kalau barang kaya gitu, mungkin orang ngambil juga gak mau,” dalihnya.

Ketika ditanya, mengenai sanksi jika oknum SMP Negeri 3 Metro terbukti menjual, Lusi mengatakan akan berunding terlebih dahulu.

“Saya musti ini dong. Saya harus berunding dulu dong, dengan tim yang di sini, saya tidak bisa memutuskan. Karena bagaimanapun saya punya tim di sini, artinya saya memang gak merasa jual genteng dan kayu,” ujarnya.

Sutardi selaku guru IPA SMP N 3 Metro dan penjaga sekolah mengatakan. Kayu sisa bangunan tersebut memang sudah dimusnahkan. Namun dirinya mengaku, tidak mengetahui proses pemusnahannya. “Pokoknya sudah ditaruh di depan sana (depan sekolah, red). Kemudian ada acara apa tentang lingkungan pokoknya. Kayu-kayu itu harus dibuang itu, waktu itu ada rapat kecil dan kami minta petunjuk kepala dinas,” katanya saat ditemui.

Sutardi, selaku penjaga sekolah SMP Negeri 3 Metro, ketika ditemui.
Sutardi, selaku penjaga sekolah SMP Negeri 3 Metro, ketika ditemui.

Dari investigasi, wartawan media ini. Genteng material SMP Negeri 3 Metro sudah dijual dan dipasang oleh pembeli. Pembeli yang namanya masih dirahasiakan mengatakan, genteng yang dipakai adalah bekas bangunan SMP Negeri 3 Metro.

Ketika ditanya genteng berasal darimana, pembeli mengatakan dari SMP N 3 Metro. “Genteng bekas SMP 3. Tukune bedolah (harganya, red),” kata pembeli tersebut.

Ketika ditanya mengenai proses pembeliannya, dia mengatakan mengangkut genteng tersebut sendiri. “Ngangkut dewelah. Enek sekitar rong ewu (dua ribu genteng, red),” katanya.

Salah satu sumber mengatakan, bahwa pengantaran genteng dari SMP N 3 Metro dilakukan malam hari. “Nganternya juga malem kok. Ini disikatin lagi (genteng, red). Ini sekali bawa kok,” ujarnya. (yus)

LEAVE A REPLY