Mengenal Suku Primitif di Maluku

0
680
Suku pedalaman di Maluku. | ist

Rubrikmedia.com, Ragam – Taman Nasional Aketajawe-Lolobata rupanya bukan hanya menyimpan pesona Burung Bidadari saja. Togutil sendiri dalam bahasa Tobalo berarti tertinggal.

Suku Togutil ini merupakan kelompok Tayawi. Setiap kelompok diberi nama yang berbeda sesuai dengan daerah aliran sungainya. Misalnya saja Suku Togutil Akijira yang ada di Halmahera Tengah, Suku Togutil Dodaga, Suku Tigutil Tanjung Lili di Halamahera Timur, dan Suku Togutil lainnya.

Suku Togutil yang termasuk kelompok Tayawi ini menghidupi dirinya dengan cara berburu. Meski sebagian sudah mulai bercocok tanam dengan memanfaatkan lahan kering.

Senjata mereka untuk bertahan diri maupun berburu ada tiga, yaitu parang yang sering disebut Odiah, panah atau Otoimi, dan tumbak yang sering disebut Ohokiki.

“Mayoritas Suku Togutil sudah memakai pakaian. Dulu kan hanya menggunakan celana atau rok saja yang terbuat dari kulit pepohonan. Tapi yang modern ya hanya kelompok Tayawi saja,” kata dia.

Konon, Suku Togutil berasal dari banyak keturunan bangsa asing, seperti Portugis, India, dan Cina sehingga wajah mereka tampak seperti bule.

“Sebelum mengenal agama, Suku Togutil Tayawi ini memiliki nama dengan nama-nama pepohonan yang ada di wilayah permukimannya. Dimana, setiap ibu melahirkan di sekitar pohon, maka anaknya akan diberi nama seperti pohon yang ada di sekitarnya,” kata Tokoh Adat Togutil Tayawi, Anton Jumati, salah seorang Suku Togutil Tayawi yang lumayan fasih berbahasa Indonesia.

“Setelah menganut agama, baru namanya sedikit berubah. Sudah tidak memakai nama pepohonan lagi. Saat meninggal juga sudah tidak disandarkan kepada pohon. Tapi sekarang dikuburkan,” tambahnya. (*)

Tribunnews.com

LEAVE A REPLY