Kritik Seremoni Hari Anak Nasional, Akrap: Lebih Baik Sosialisasi di Sekolah Tak Banyak Keluar Anggaran

0
1166

RUBRIK, LAMPUNG TIMUR – Koordinator Aliansi Anti Kekerasan Anak dan Perempuan (Akrap) Lampung Timur Edi Arsadad menilai seremonial peringatan Hari Anak Nasional yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lamtim di Desa Labuhanratu VII, Kecamatan Labuhanratu, Senin (8/8/2016), tidak memberikan pengaruh signifikan. Terutama dalam mengatasi kekerasan terhadap anak.

Dalam serimonial itu dihadiri Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim, Kapolres Lampung Timur AKBP Harseno, Wakil Bupati Zaiful Bukhori, seluruh SKPD Lampung Timur, dan ratusan anak-anak SD se-Kecamatan Labuhanratu.

Seremonial peringatan Hari Anak Nasional, menurut Edi, tidak ada pengaruhnya terhadap korban-korban kekerasan seksual terutama pada anak anak. “Kalau dibilang itu pencegahan sangat tidak efisien, pencegahan lebih baiknya melakukan sosialisasi di sekolahan, terutama SMP dan SMA,” katanya.

“Sosialisasi akan lebih efisien dan tidak banyak memakan anggaran bila dibanding dengan seremonial di lapangan yang hanya terkesan pencitraan,” tambah Edi.

Dia menambahkan, selain itu masih banyak kasus kekerasan seksual terhadap anak yang belum terungkap.  Artinya pelaku belum tertangkap dan masih berkeliaran, seperti yang menimpa, Sa (12), Di (13) dan Nm (16). Mereka adalah korban pemerkosaan yang pelakunya belum terungkap.

Ketiga korban yang disebutkan Edi, identitas pelaku sudah jelas namun ironisnya pelaku tidak juga terungkap. “Wajar jika pembunuh Mis tidak terungkap karena identitas pelaku belum juga diketahui, sedangkan pelaku yang sudah jelas identitasnya saja tidak terungkap,” sindir Edi.

Hal itu menjadi PR besar bagi Pemda Lamtim bukan hanya polisi. Pemerintah daerah harus benar-benar bisa turut serta melindungi dan mencegah kekerasan seksual terutama korbannya anak-anak.

“Jangan setelah terjadi baru pemda sibuk melakukan sosialisasi atau seremonial, justru yang terpenting sebelum banyak korban pemda bisa meminimalisir,” ujarnya.(ag)

LEAVE A REPLY