Kisah Ronda Berujung Maut

0
686
Ilustrasi. | ist

Rubrikmedia.com, Nasional – Acara ronda sahur diwarnai perselisihan sekelompok pemuda dari dua desa di Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Peristiwa berawal dari cekcok yang diduga dipicu dendam itu mengakibatkan satu orang tewas terkena bacok pada Sabtu, 3 Juni 2017.

Dikutip dari Tempo.co, keributan waktu sahur itu dimulai dari Jumat malam, 2 Juni 2017. Sekelompok pemuda Desa Durin Timur keliling kampung dengan membunyikan musik tradisonal untuk membangunkan warga.

Mereka berkeliling hingga ke desa tetangga, Desa Pakis. Malam itu, di sebuah gardu Desa Pakis tengah nongkrong sejumlah pemuda. Melihat ada rombongan musik sahur dari Desa Durin Timur, seorang pemuda Desa Pakis bernama Ridho menegur agar mereka tak keliling di Desa Pakis kerena dianggap bising.

Abdul, 18 tahun, pemuda dari Desa Durin Timur, tak terima teguran itu. Awalnya adu mulut. Tak lama kemudian main pukul. Dikabarkan Abdul lebih dulu memukul Ridho dengan kentongan. Keributan pun pecah pada dinihari itu.

Esok harinya, Sabtu sore, 3 Juni 2017, Ridho dianiaya sekelompok pemuda bersenjata tajam di Dusun Gadding, Desa Pakis. Ridho ditemukan terkapar dengan luka bacok.

Pelakunya diduga kelompok pemuda yang cekcok saat ronda sahur.  “Korban sempat dibawa ke rumah sakit, tapi nyawanya tidak tertolong,” kata Kepala Subagian Humas Polres Bangkalan, Ajun Komisaris Bidarudin.

Untuk mencegah balas dendam sebanyak tiga pleton Satuan Sabhara dari Polres Bangkalan diterjunkan ke lokasi kejadian. Saat ini polisi sedang menyelidiki kasus pembunuhan ini. (*)

LEAVE A REPLY