Kesal Lantaran Kena Palak, Pemuda Ini Nekat Habisi Nyawa Teman Wanitanya

0
498
Media Lampung Tengah, Rubrik Berita, Lampung Indonesia,
Ungkap kasus pembunuhan Polres Lampung Tengah

LAMPUNGTENGAH – Jajaran Tekab 308 Polres Lampung Tengah berhasil mengungkap kasus pembunuhan dengan korban ditemukan warga terkubur di perkebunan sawit Dusun Talangparis, Kampung Gunung Agung, Kecamatan Terusan Nunyai, Kamis (6/12/18) lalu. Ternyata korban yang sebelumnya anonim diketahui bernama Inawati alias Indah (34th), warga Desa Karanganom, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur.

Kapolres Lamteng AKBP. Slamet Wahyudi didampingi Wakapolres Kompol. Harto Agung Cahyono dan Kasatreskrim AKP. Firmansyah menyatakan, tersangka pembunuhan yang ditangkap adalah Dwi Atmanto (22), warga Desa Indraloka 2 , Kecamatan Way Kenanga, Tulangbawang. “Dari hasil penyelidikan, kita berhasil mengungkap identitas korban. Korban bernama Inawati alias Indah yang berprofesi sebagai pekerja seks komersial (PSK). Setelah itu, kita mengungkap siapa pelakunya. Kita langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka Dwi Atmanto di rumahnya, Kamis (20/12) sekitar pukul 07.30 WIB,” Terang Kapolres saat gelar perkara di Mapolres Setempat. Jumat (21/12/18).

Dengan diamankannya tersangka, lanjut Slamet, terungkap motif melakukan pembunuhan. “Motifnya kesal terhadap korban. Sebab, HP tersangka diambil oleh  teman korban,” ujarnya.

Kronologis kejadian, AKBP  Slamet Wahyudi menerangkan bahwa sebelumnya korban yang berdiri di bedeng rumah Tanggulpenangkis, Desa Wayabung, Kecamatan Wayabung, Tuba Barat, melihat tersangka melintas naik motor Honda BEAT sambil menyapa mengajak mampir untuk berkenalan, 29 November 2018 sekitar pukul 19.00 WIB. “Tersangka lewat naik motor disapa korban mengajak kenalan. Korban pun berkenalan. Diajak mampir. Tersangka menjawab nanti saja main lagi,” katanya.

Pada 2 Desember 2018 sekitar pukul 21.00 WIB, kata Slamet, terasangka pun main ke tempat korban di Tanggul Penangkis. “Tersangka main ke tempat korban. Tapi, korban sedang ada tamu. Tersangka pun bisa bertemu sekitar pukul 22.00 WIB. Tersangka pun mengajak korban keluar. Korban minta uang Rp400 ribu. Tersangka memberikannya. Keduanya main ke arah Kampung Bandar Agung, Kecamatan Terusannunyai, ke rumah saudara tersangka karena pemilik rumah sedang di Jawa. Korban tidak mau masuk. Tersangka memasukkan motor Honda BeAT dan mengeluarkan motor Honda Mega Pro. Selanjutnya korban mengajak tersangka menemui temannya di kafe dekat RM Ojo Lali dahulu. Sampai di kafe, ada tiga rekan korban menghampiri tersangka meminta HP dan uang. HP dan uang Rp170.000 pun diberikan. Tersangka diminta mengantarkan korban pulang,” ungkapnya.

Dalam perjalanan, kata Slamet, tersangka terus menanyakan HP yang dipinjam teman korban. “Di perjalanan, tersangka menanyakan HP-nya. Tapi, korban menjawab, ‘Ya udah sih cuma HP aja kok ribet. Nanti bisa beli lagi’. Di kebun sawit, tersangka berhenti mau buang air kecil. Masalah HP masih terus ditanyakan. Kesal, tersangka mengambil batu dan dipukulkan di dada korban. Korban tak sadarkan diri. Tidak bangun-bangun, tersangka membawa korban di tengah kebun sawit. Kemudian tersangka pulang ambil cangkul. Korban pun dikuburkan. Tapi, tidak sempurna karena bagian kaki korban masih keluar. Akhirnya jenazah korban ditemukan warga empat hari kemudian yang membuat geger,” katanya.

Barang bukti yang diamankan dua unit motor, mobil pikap, cangkul, batu, serta sepasang anting, jam, dan HP Android milik korban. “BB-nya kendaraan yang digunakan ketika kejadian, cangkul, batu, dan barang milik korban. Tersangka dijerat dengan pasal 338 dan 339 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” Pungkasnya.

Dwi Atmanto mengaku tidak ada niat untuk membunuh korban. “Nggak ada niat. Tapi, saya kesal karena HP saya dibawa teman korban. Kalau uangnya nggak masalah. Jawaban korban soal HP juga membuat saya semakin emosi,” tuturnya.

Kepada korban, Dwi Atmanto mengaku sudah menjelaskan secara terus terang kepada korban. “Saya bilang dengan korban, ‘Main dan nggak main temenin saya tunggu rumah’. Saya pun belum ‘main’ meski sudah saya bayar,” ujarnya.

Ketika pemukulan, kata Dwi Atmanto yang bekerja di pengepul singkong ini, dilakukan secara refleks. “Refleks mukulnya saking kesal. Setelah saya pukul, korban nggak bangun-bangun. Saya tunggu setengah jam juga nggak bangun-bangun. Akhirnya saya pulang ke rumah ambil cangkul. Saya pakai mobil Pak De saya kembali ke lokasi. Kemudian saya pastikan lagi tak juga bangun. Akhirnya saya gali tanah dan kuburkan. Saya tutupi pelepah sawit. HP korban ketika saya gotong jatuh dan saya kantongi. Saya pulang ke rumah seperti biasa. HP korban saya jual Rp800.000,” jelas nya

Ditanya apakah mendapat informasi mayat korban ditemukan, Dwi Atmanto mengaku tak mendengar apa-apa. “Nggak dengar apa-apa. Saya juga nggak ke mana-mana. Hanya di rumah,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, sesosok mayat perempuan yang diduga korban pembunuhan ditemukan dua warga yang sedang bekerja di areal kebun sawit Dusun Talangparis, Kampung Gunungagung, Kecamatan Terusannunyai, Kamis (6/12) sekitar pukul 12.00 WIB. Mayat wanita ini ditemukan terkubur dalam tanah dengan hanya ditutupi pelepah sawit. Korban dibawa ke RSUD Demang Sepulau Raya.(Ddy)

LEAVE A REPLY