Kampus Di Lockdown, Mahasiswa USU Khawatir

0
1139
USU, FSIP, Lockdown, Mahasiswa, Tugas AKhir, Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara ditutup sementara karena virus Corona. / sumber: Liputan6.com

RUBRIK, SUMATERA UTARA- Kebijakan pemerintah yang mewajibkan para pelajar dan sejumlah tenaga kerja untuk tetap berada di rumah selama masa pandemi virus Corona ternyata membuat beberapa mahasiswa semester akhir cemas. Hal ini dikarenakan kampus terpaksa ditutup dan beberapa tugas akhir juga terhambat.

Seperti yang dialami oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU), Putri. Mahasiswa FISIP tahun 2015 tersebut hanya tinggal melakukan sidang skripsi saja, namun karena kampus di-lockdown maka terpaksa harus ditunda.

Melansir dari detiknews.com, Putri mengatakan bahwa seharusnya masa lockdown di kampusnya berakhir pada 6 April, namun dia khawatir kampus akan tutup lebih lama karena penyebaran virus corona yang masih terjadi.

“Kampus pun ditutup dan pegawai-pegawainya pun work from home jadi nggak tahu juga harus gimana,” ujar Putri, Jumat (3/4/2020).

“Terakhir keluar edaran tanggal 6 (April) udah masuk tapi ngelihat kondisi sekarang ini kayaknya diundur,” ucapnya.

Putri berharap akan ada jalan keluar agar sidang skripsinya bisa terlaksana, salah satunya lewat metode sidang secara daring atau online.

Selain Putri, ada juga Mahasiswa FISIP USU lainnya, ialah Agung yang skripsinya terhambat dikarenakan kampus ditutup. Agung mengatakan bahwa surat penelitiannya belum terbit gara-gara kampus di-lockdown.

“Tinggal ambil data aja, tapi surat penelitiannya yang terhalang karena kampus tutup, tanggal 8 (April) dibuka katanya,” tuturnya.

Begitu juga dengngan Indriani, Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) USU juga mengalami hal yang sama. Dia mengaku kesulitan mengurus surat penelitian dan keperluan administratif lainnya akibat kampus ditutup sementara.

“Kemarin diminta untuk nunggu kampus buka baru bisa mengurus surat-surat untuk penelitian,” tutur Indriani.

Mahasiswa S2 juga mengalami nasib yang sama, ialah Fani mahasiswa S2 Ilmu Komunikasi USU mengatakan dirinya kesulitan untuk bimbingan tesis secara online.

“Aku rada susah sih bimbingan online ini. Kalau aku untungnya doping 1 udah ACC dan doping 2-nya bisa diajak daring,” ucapnya.

Meski bisa bimbingan secara daring, Fani tetap khawatir karena kampus ditutup sehingga dirinya tak bisa melaksanakan seminar proposal. Jika lockdown USU diperpanjang, dia berharap pembayaran uang kuliah semester berikutnya bisa ditunda.

“Siap bimbingan pun sama aja nggak bisa seminar proposal juga. Pending semua perkara kampus di-lockdown. Masalahnya waktu jalan terus kan. Mending kalau bayar uang kuliahnya juga di-pending atau bisa ngurus sempro daring. Alhamdulillah kali sih itu,” ujar Fani.

Meskipun begitu, pihak Universitas Sumatera Utara sendii juga telah melakukan kebijakan kuliah tanpa tatap muka mulai Selasa (17/3) demi mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 di kampus.

Disampaikan langsung oleh Rektor USU Runtung Sitepu yang mengatakan bahwa kegiatan akademik yang tak bisa dilakukan secara daring tetap digelar secara tatap muka, misalnya, sidang tugas akhir (skripsi).

“Jika ada kegiatan akademik yang tidak mungkin dilakukan secara daring dan karena sesuatu hal tidak dapat ditunda, tetap dilangsungkan. Dengan menerapkan langkah-langkah pencehahan infeksi COVID-19 yang ketat sesuai anjuran Kemenkes,” ucap Runtung.

Sepekan kemudian, Runtung mengeluarkan Surat Edaran nomor 3545/UN5.1.R/KPM/2020. Dalam surat itu, kampus USU dinyatakan ditutup total alias di-lockdown sejak 24 Maret-7 April 2020. (dw/us)

LEAVE A REPLY