Kalapas Terapkan Anjau Silau, Metode Pembinaan Preventif di Lapas Gunung Sugih

0
528
Gunungsugih,Lapas Gunungsugih, Syarpani
Kepala Lapas Gunung Syarpani mengunjungi kamar tahanan

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Tingginya jumlah hunian di dalam lapas (overcrowded) sangat rentan gesekan antar penghuni lapas yang berdampak pada gangguan keamanan dan ketertiban.

Kondisi ini langsung disikapi oleh pejabat di Lapas Gunung Sugih untuk memimpin instansinya dengan metode memimpin dengan hati, mengutamakan pendekatan kekeluargaan dengan mengakomodir budaya lokal yang dikenal dengan Anjau Silau.

Hal ini disampaikan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas III Gunung Sugih, Syarpani saat meninjau Kamar Hunian pada Rabu (28/3/2018) malam.

“Overcrowded, perlu metode khusus untuk menanganinya dan dengan adanya kunjungan ataupun datang petugas melihat keadaan penghuni lapas, dapat mencegah adanya gesekan sesama penghuni lapas yang kondisinya memang melebihi kapasitas ini,” tutur Putra Way Kanan tersebut.

Syarpani menyampaikan bahwa dalam bahasa Lampung, anjau silau berarti saling datang berkunjung.

Dalam pengertian umum, melalui anjau silau, petugas dan warga binaan saling berkunjung untuk menjalin komunikasi sebelum terjadi gangguan keamanan (konflik).

Sementara silau merupakan suatu kegiatan menengok dan memantau keadaan tertentu yang biasanya dilakukan berulang-ulang, sehingga dapat diartikan anjau silau merupakan kegiatan silaturahmi, berkunjung, sekaligus memantau keadaan.

“Saling silaturahmi, pendekatan kekeluargaan dan saling berbagi adalah metode yang tepat untuk mengetahui jika terdapat keluhan dalam pelayanaan. Saya sudah perintahkan seluruh pejabat struktural untuk menjemput bola ke blok hunian untuk menanyakan keluhan dan memastikan hak hak terpenuhi. Saya pikir ini bagus untuk diadopsi dalam kepemimpinan,” pungkas Kalapas.

Anjau silau awalnya digagas oleh Raja Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong, Edward Syah Pernong saat menjadi Kapolda Lampung.(*)

LEAVE A REPLY