Kakak Beradik Nekat Pukuli Anggota TNI dan Ancam Bakar Mapolsek

0
2110

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Diduga karena dipengaruhi minuman keras (miras), dua kakak beradik dibantu satu rekannya di Kecamatan Trimurjo nekat memukuli seorang tentara. Akibatnya, tentara yang diketahui bertugas di Koramil Trimurjo mengalami sejumlah luka di bagian kepala akibat dipukuli pelaku.

Aksi yang terjadi pada Senin (16/5/2016) malam itu, diawali masalah sepele yakni motor korban yang dianggap mengganggu karena parkir tak beraturan di sebuah warung makan. Pelaku yang dalam pengaruh miras kemudian menanyakan siapa si empunya kendaraan.

Setelah mereka menanyakan kemudian pelaku Dedi (29) langsung menyerang korban menggunakan piring kaca ke bagian kepala. Tak puas sekali itu saja, adik pelaku bernama Panca (26) dibantu temannya ikuti menyerang korban.

Korban yang tak berdaya kemudian terkapar dan para pelaku kemudian melarikan diri. Namun tak berapa lama, polisi berhasil menangkap Panca di kediamannya di kawasan Simbarwaringin. Sementara dua pelaku lainnya melarikan diri.

Dedi yang mengetahui adiknya ditahan Kepolisian Sektor Trimurjo justru mendatangi kantor polisi. Yang menghebohkan, pelaku yang sedang dalam pengejaran pihak berwajib justru datang dengan membawa satu jerigen bensin. Aksi itu ia lakukan karena tak terima sang adik yang juga pelaku penganiayaan ditahan polisi.

Kasatreskrim Polres Lampung Tengah AKP Harto Agung Cahyono saat melakukan ekspose perkara, Selasa (17/5/2016) menjelaskan, sekitar pukul 22.00 WIB, pelaku berteriak meminta supaya sang adik dibebaskan. Ia juga mengancam akan membakar Polsek Trimurjo dengan bensin yang dibawanya.

“Beruntung aksi itu bisa kita amankan sebelum ia menyiramkan bensin ke halaman Polsek Trimurjo. Pelaku ini tidak terima adiknya kita tahan, padahal dia juga sedang kita kejar karena kasus penganiayaan yang sama,” kata Harto Agung.

Sementara Dedi menjelaskan, dirinya hanya merasa kasihan kepada sang adik dan berusaha membebaskannya dari tahanan Polsek Trimurjo.”Saya hanya nggak terima saja adik saya ditahan. Kalau aksi itu saya lakukan karena motor dia (tentara) mengganggu parkir, dia diomongin tidak terima,” kata Dedi.

“Kita jerat pelaku dengan Pasal 170 ayat 2 mengenai pengeroyokan dan pengrusakan dengan ancaman 7 tahun penjara. Terkait lainnya masih kita kembangkan dan memungkinkan untuk kita kenai pasal berlapis,” ujar Harto Agung Cahyono.(*)

LEAVE A REPLY