Kadiskominfo Pringsewu dan Dua Rekanan Jadi Tersangka Kasus Bandwith Internet

0
1069
Kadis Kominfo Pringsewu

RUBRIK, TANGGAMUS – Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Tanggamus menahan AP (33) sebagai Direktur CV Adhya Pratama dalam kasus dugaan korupsi belanja bandwidth internet Pekon IT dan SKPD di Kabupaten Pringsewu.

Menurut Kasatreskrim AKP Hendra Saputra, selain AP ada dua orang lagi yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni Kepala Diskominfo Pringsewu berinisial SH (50) dan R (52) mantan Account Manager PT Telkom.

“Berdasarkan bukti-bukti dari mulai informasi awal, pengumpulan keterangan para saksi, dan hasil audit BPKP ada kerugian negara. Lalu saat ini ditetapkan tiga tersangka yakni AP, SH, dan R yang dengan sengaja dan bersama-sama menyusun skenario untuk merekayasa dua jenis kontrak, dalam tiga item pekerjaan terkait bandwidth,” katanya, Senin (21/11/2016).

Kasus ini bermula dari kerja sama tiga oknum dari Diskominfo, PT Telkom, dan rekanan, yang padahal bukan tupoksinya. Para tersangka menyalahgunakan jabatan masing-masing dan sepakat mengadakan kontrak Pengadaan Perangkat Tower senilai Rp 94,2 juta.

Kontrak berikutnya adalah Langganan Belanja Bandwidth/Internet Pekon IT dan SKPD senilai Rp 467.936.000. Dari anggaran tersebut ketiganya diduga melakukan korupsi Rp 317.250.000 yang merupakan dana APBD Perubahan Pringsewu 2015

“Dari hasil penyidikan, mereka bertiga secara sengaja dan bersama-sama merekayasa kontrak. Modus berikutnya, lakukan mark up harga belanja bandwidth Pekon IT dan SKPD, dari harga Rp 421 ribu/lokasi, menjadi Rp 1,7 juta/lokasi. Jumlah total berapa lokasi pekon dan SKPD yang dimaksud dari awal sudah samar. Karena tidak tertuang dalam klausul kontrak,” terang Hendra.

Para tersangka terancam pasal 2 dan 3 Undang Undang Tipikor Tahun 1999 terkait adanya kerugian negara. Lalu Pasal 9 terkait rekayasa kontrak (administrasi). Ancamannya maksimal 20 tahun penjara.(fit)

LEAVE A REPLY