Ini Tugas 262 Satgas Anti Radikalisme, Komunisme, dan Terorisme di Kota Metro

0
848

RUBRIK, METRO – Wakil Walikota Metro Djohan melantik 262 Satgas Anti Radikal, Komunis dan Teroris (RKT)  wilayah Kota Metro di aula pemda setempat, Rabu (21/9/2016). Djohan menilai, kegiatan tersebut mempunyai makna penting terkait upaya bersama dalam mengantisipasi dan mencegah penyebarluasan paham radikal, komunisme, dan terorisme di Kota Metro.

Djohan menyampaikan bahwa ancaman terbesar paham radikalisme, komunisme, dan terorisme bukan hanya terletak pada aspek serangan fisik yang mengerikan, tetapi justru serangan propaganda yang secara massif menyasar pola pikir dan pandangan masyarakat yang lebih berbahaya.

Adapun langkah-langkah dan upaya untuk mencegah RKT ini, kata dia, yakni dengan meningkatkan koordinasi dan kerja sama secara optimal di antara unsur-unsur pimpinan daerah, mulai tingkat kelurahan, kecamatan, sampai ke tingkat kota secara berjenjang.

Selain itu meningkatkan koordinasi antara pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah provinsi dengan TNI dan Polri, Badan Intelijen Nasional, Imigrasi, Kementerian Agama, dan institusi terkait lainnya.

Upaya lain yang bisa dilakukan adalah memberdayakan peran para alim ulama dan tokoh agama serta berbagai forum yang sudah ada. Juga menghimbau serta memberikan pengertian kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh terhapap ideologi dengan paham-paham radikalisme, komunisme dan terorisme.

“Pemerintah secara tegas menyatakan menolak Ormas dengan paham-paham radikalisme, komunisme, dan terorisme serta melarang pengembangan ideologi itu di Indonesia, khususnya di Kota Metro karena tidak sesuai dengan ideologi Pancasila dan kebhinnekaan bangsa kita dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Adapun tugas dan fungsi Satgas Anti RKT, di antaranya memperkenalkan/menyampaikan ilmu pengetahuan dengan baik dan benar, meminimalisir kesenjangan sosial antara masyarakat dengan pemerintah, mensosialisasikan ciri-ciri paham RKT kepada masyarakat, dan berperan aktif dalam melaporkan hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan/aksi RKT di wilayah Kota Metro.

Satgas juga bertugas mengawasi penyebab ajaran yang dianggap menyesatkan, mengawasi dan memonitoring kelompok/orang yang kehidupan sosialnya cenderung tertutup, mengawasi dan melaporkan secara berjenjang bila wilayahnya terdapat tamu/pendatang dengan berbagai keperluan, serta mengawasi dan melaporkan setiap tamu yang datang lebih dari 1×24 jam.

“Saya mengajak dan mengimbau kepada kita semua agar dapat menjaga silaturahmi dan kerja sama yang baik dan harmonis, sehingga kondisi Kota Metro yang kondusif ini dapat terus kita pertahankan dan kita tingkatkan lagi,” ujar Djohan.

Agenda tersebut turut dihadiri oleh Unsur Fokorpimda Kota Metro, Kapolres Kota Metro, Ketua MUI Kota Metro, Para Camat, Kapolsek, Lurah, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Tokoh Masyarakat, dan Para pimpinan Ormas di Kota Metro.(*)

LEAVE A REPLY