Ini Alasan UNESCO Nobatkan Bandung sebagai Kota Percontohan Dunia

0
610
Gedung Sate Kota Bandung.photo/siscayubi.blogspot.com

RUBRIK, BANDUNG – The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), salah satu badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang konsern terhadap pendidikan dan kebudayaan mengapresiasikan Bandung sebagai satu-satunya kota di Indonesia sebagai kota percontohan dunia.

Hal ini dikarenakan Bandung berhasil menyeimbangkan pembangunannya di berbagai sektor yaitu sektor infrastruktur, budaya, dan kemanusiaan.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan bahwa ada beberapa kota maju di dunia yang secara infrastrukturnya baik namun tidak membuat warganya bahagia. Sebagai contoh, 42 persen warga Singapura ingin pindah karena berbagai sebab. Sedangkan Korea Selatan menjadi negara dengan tingkat bunuh diri tertinggi di dunia.

Ia juga menjelaskan selain menggagas program infrastruktur, Bandung juga menbuat program budaya dan kemanusiaan, seperti ‘Bandung Mengaji’, ‘Ayo Bayar Zakat’ dan acara festival menjadi salah satu cara untuk meningkatkan indeks kebahagiaan warganya.

“Jadi apa yang dicitrakan secara fisik tidak berhubungan dengan keseimbangan batin dan budaya. Bandung diapresiasi walaupun tidak Sunda pisan, tapi di Bandung ‘sagala aya’ (semua ada),” ujar Ridwan, sebagai dikutip dari laman bandung.merdeka.com, Minggu (16/10/2016).

“Itu yang diapresiasi kemarin. Jadi saya mempresentasikan itu taman dibanyakin. Kemudian program Maghrib Mengaji kita galakkan, trotoar dibenerin, program Ayo Bayar Zakat juga dikerjakan, festival tidak dipusatkan, Culinary Night disebarkan di wilayah. Sehingga orang bisa bahagia tanpa harus terpusat. Itu kata orang Bandung biasa saja karena rutin, tapi kata orang lain itu istimewa, karena itu oleh UNESCO, Bandung menjadi kota percontohan menyeimbangkan itu,” tambahnya.

Dilansir dari Otonomi.co.id, UNESCO juga memberi nilai 70,60 untuk aspek kebahagiaan warga Bandung yang dianggap sebagai salah satu parameter untuk mengukur kemajuan sebuah kota selain dari sektor ekonomi.

Ridwan Kamil menyimpulkan bahwa jika ingin maju harus bisa menyeimbangkan harmoni dengan Tuhan, alam, dan manusia. “Percontohannya untuk dunia bolehlah infrastrukturnya tertatih-tatih, tapi urusan happiness segala lahir batin kita ini lengkap,” katanya.(*)

 

LEAVE A REPLY