Ingin Mengulang Masa Kejayaannya, Koperasi Swa Dharma Eka Kerta Galar Rapat Anggota Tahunan

0
1618
Koprasi, Tony Eka Chandra
Anggota dan pimpinan Koprasi Swa Dharma Eka Kerta

RUBRIK, BANDAR LAMPUNG – Koperasi Swa Dharma Eka Kerta (KOPSWADEK) VIII FKPPI Lampung melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) di Aula Sudirman Makorem Gatam 043/Garuda Hitam Jl Teuku Umar No 85 Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung.

Ketua Kopswadek VIII FKPPI Lampung Andhy Herry Adipathy mengatakan, Kopswadek VIII FKPPI Lampung berdiri pada 5 Juni 1993, yang diresmikan oleh Kolonel Inf Hariono Danoe (Danrem 043/Garuda Hitam pada saat itu).

Swa Dharma Eka Kerta sendiri mempunyai arti mandiri dalam tekad berbhakti kepada bangsa dan negara untuk mewujudkan satu kehidupan bangsa dan negara yang adil dan sejahtera.

Rapat Anggota Tahunan (RAT) ini membahas dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas Kopswadek VIII FKPPI Provinsi Lampung Tahun buku 2016/2017.

“Tujuannya adalah membahas dan mengesahkan laporan pertanggung jawaban pengurus, membahas dan mengesahkan program kerja pengurus dan juga pengawas, dan membahas berbagai hal yang dianggap penting bagi kegiatan Koperasi Swadek VIII FKPPI” jelasnya saat diwawancarai awak media, Kamis (11/5/2017).

Rapat Anggota Tahunan ini juga dimaksudkan, untuk memberikan gambaran tentang kegiatan yang telah dilaksanakan, masalah yang timbul dan pemecahan masalahnya.

“Kopswadek FKPPI pernah mengalami kejayaanya pada awal dibentuknya, sekitar tahun 1993-2004, dengan pemupukan modal yang sangat besar dan usaha yang berjalan dengan lancar, namun mengalami penurunan bahkan hampir mengalami kebangkrutan karena setelah membuka unit usaha simpan pinjam,” tuturnya.

Ketua PD VIII FKPPI Lampung Tony Eka Candra, selaku Ketua Dewan Pengawas diharapkan dapat mensuport kegiatan ini, serta mendapat dukungan dari pemerintah setempat melalui Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung dan Kota Bandar Lampung.

“Kami juga meminta kepada Ketua PD-VIII FKPPI Lampung yang memiliki sekitar 240 ribu anggota FKPPI di Provinsi Lampung, agar dapat menjadi anggota aktif Kopswadek FKPPI. Karena Kopswadek FKPPI merupakan satu-satunya “badan usaha” di lingkungan Keluarga Besar FKPPI sekaligus sebagai Mitra Organisasi FKPPI itu sendiri,” jelasnya.

Ketua PD VIII FKPPI Provinsi Lampung selaku Ketua Dewan Pengawas Kopswadek VIII FKPPI Provinsi Lampung Tony Eka Candra menyatakan mendukung kegiatan Kopswadek VIII FKPPI Lampung dengan memberikan kebijakan penghapusan/diputihkan simpan pinjam yang menjadi kendala Kopswadek FKPPI selama ini.

“Masalah tunggakan pinjaman itu kita hapuskan/diputihkan, sehingga koperasi tidak terbebani lagi oleh beban hutang anggota, dan kita bertekad aka memulai dari awal kembali, sehingga manfaatnya tidak hanya di internal, tapi juga bermanfaat untuk masyarakat, dan kepada seluruh pengurus dan anggota FKPPI se-Provinsi Lampung akan dibuatkan instruksi untuk wajib hukumnya menjadi anggota Kopswadek VIII FKPPI Provinsi Lampung,” ungkapnya.

Kemudian, Kopswadek ke depan juga akan bekerja sama dengan pihak ketiga, yakni bidang pengadaan dan distribusi.

“Ke depan kita juga akan bekerja sama di bidang angkutan, baik material bangunan dan semen, juga distribusi logistik sembako dan kebutuhan-kebutuhan pokok lainnya,” jelasnya.

Sementara, Kabid Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandar Lampung Yuliarti mengapresiasi kegiatan Rapat Anggota Tahunan Kopswadek VIII FKPPI Lampung. Dia berharap, Kopswadek mampu memberikan kontribusi positif bagi tata perekonomian di Provinsi Lampung khususnya di Kota Bandar Lampung di tengah banyaknya badan usaha koperasi yang mengalami kebangkrutan.

“Roda perekonomian di Provinsi Lampung dan Kota Bandar Lampung tidak lepas dari peran badan usaha koperasi, badan inilah yang mewarnai tata perekonomian di provinsi dan Kota Bandar Lampung. Karena badan koperasi telah mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat, terutama golongan kecil dan menengah,” ujarnya di hadapan peserta RAT Kopsawadek VIII FKPPI Provinsi Lampung.

Ia juga mengatakan, pihaknya akan melihat perkembangan Kopswadek FKPPI ke depan, dan siap membantu menyelesaikan persoalan yang menjadi hambatan khusus d ibidang koperasi dan UKM.

Diketahui, selama kurun waktu 24 tahun, Kopswadek FKPPI sudah dipimpin oleh empat ketua yakni Subriyanto Imron, M Amin Basyuni (Alm), Suprianto Erwandi, dan saat ini R Andhy Herry Adipathy.(*)

LEAVE A REPLY