Genjot Pemasaran Beras Berbahan Baku Jagung dan Singkong, Pemkab Lamteng Wajibkan PNS Beli Minimal 2 Kg Sebulan

0
57

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Beras Sigerku merupakan produk inovatif berbahan baku singkong segar yang ditepungkan dan dicetak dengan teknologi ekstrusi sehingga akan menghasilkan produk yang memiliki tekstur densitas dan sifat-sifat serupa dengan beras.

Sedangkan beras Tiwulku merupakan produk pangan inovatif berbahan baku gaplek yang ditepungkan dan dicetak dengan teknologi ekstrusi sehingga akan menghasilkan produk yang memiliki tekstur, densitas, dan sifat-sifat serupa dengan beras padi.

Sementara Beras Sehatku merupakan produk pangan inovatif yang berbahan baku jagung dan ubi kayu yang  telah diolah sedemikian rupa sehingga mudah dan dapat dimasak dengan cara praktis.

Semua produk pangan ini dikembangkan oleh Balai Besar Teknologi Pati (B2TP) yang merupakan unit teknis Badan Pengakajian dan Penerapan Teknologi Pati yang ada di Lampung.

Ketersediaan bahan baku yang melimpah di Lampung dimana produksi jagung mencapai 1,7 juta ton per tahun dan ubi kayu (singkong) mencapai 8 juta ton per tahaun menjadikan beras tersebut sebagai salah satu bentuk diversifikasi pangan yang potensial untuk dikembangkan.

Proses produksi Beras Sehatku dilakukan dengan proses fisik tanpa menggunakan bahan kimia sehingga aman untuk dikonsumsi. Beras Sehatku memiliki nilai gizi yang tidak jauh berbeda dengan beras padi.

Selain itu, beras tersebut mempunyai nilai indeks Glikemik yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan beras padi dengan demikian beras tersebut sangat diajurkan untuk dikonsumsi oleh masyarakat yang menginginkan pola makan sehat dan juga bagi penderita diabetes dan obesitas.

Guna membantu pemasaran produk beras yang berbahan baku singkong dan jagung ini, Plt Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto mengajak seluruh OPD untuk mempromosikan secara luas lagi karena saat ini pemasaran yang masih menjadi kendalanya.

“Pemasaran jadi masalah sehingga beras berbahan baku singkong dan jagung ini kurang diminati. Karena itu kami akan ekspansi promosi besar-besaran. Dalam pameran di Tangerang juga akan dipromosikan,” ujarnya, Jumat (6/4/2018).

Dalam hal ini, lanjut Loekman, Pemkab Lamteng juga akan mewajibkan pegawai negeri sipil (PNS) mengonsumsi minimal 2 kg dalam sebulan.

“Supaya diminati kita juga harus mencoba. Kita akan mewajibkan seluruh PNS Lamteng perorang mengonsumsinya 2 kg per bulan. Mudah-mudahan cara ini semakin luas pemasarannya karena bisa diketahui banyak orang,” katanya.

“Saya harap semua PNS berpartisipasi. Pembayarannya lewat masing-masing OPD. Setiap Jumat juga dilakukan makan bersama kepala SKPD. Mencicipi beras singkong dan jagung. Apalagi per hari produksi 2 ton beras. Masalah bahan baku, kita surplus. Nggak perlu khawatir,” terang Loekman.

Terkait kerja sama dengan Alfamart dan Indomaret soal pemasaran yang sudah dilakukan, Loekman mengakui belum maksimal.

“Belum maksimal. Bisa dilihat. Tidak di semua Alfamart dan Indomaret tersedia. Kita akan coba pasarkan dengan kerja sama melalui pedagang sembako atau pengecer. Diecerkan di pasar-pasar. Tapi, biaya produksinya perlu dikaji supaya lebih murah lagi,” jelasnya.

Sedangkan Dewi Sartika dari PT Indometro yang selama ini memasarkan beras singkong dan jagung ini menyatakan beras ini tak jauh berbeda dengan beras padi.

“Beras Sehatku, Beras Sigerku, dan Beras Tiwulku ini lebih mengenyangkan. Nggak jauh berbeda dengan beras padi. Bahkan aman dikonsumsi bagi penderita diabetes dan yang ingin diet,” katanya.

Dewi Sartika juga mengakui masalah pemasaran jadi kendala. “Pemasarannya ini memang perlu ditingkatkan lagi. Dipromosikan lebih luas lagi. Apalagi beras ini hanya diproduksi di Lamteng,” ujarnya.

Terkait masa expired beras, kata Dewi Sartika, beras ini bertahan selama sembilan bulanan.

“Sembilan bulanan masa expired-nya. Kalau sudah lewat, sama saja seperti beras biasa kurang enak saja. Dan jika sudah sampai masa expired maka akan kami tarik dari pasaran,” ungkapnya.

Sementara Kepala Balitbangda Lamteng I Nyoman Suryana menyatakan masalah pemasaran harus terus digenjot.

“Pemasarannya memang harus digenjot. Ekspansi ke luar MoU dengan Alfamart dan Indomart. Seperti kerja sama dengan rumah sakit yang melayani diet dan pengobatan diabetes,” pungkasnya.(Ddy)

LEAVE A REPLY