Ganti Rugi Lahan Tol Tak Sesuai, Warga Tiga Kampung Mengadu ke DPRD

0
687

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Warga dari tiga kampung, yakni Kampung Gunungsugih, Kampung Gunungsari, dan warga Kelurahan Seputihjaya beramai ramai mendatangi kantor DPRD Lampung Tengah, Rabu (21/9/2016).

Mereka meminta dukungan terkait penyelesaian nilai ganti rugi lahan mereka yang tidak sesuai serta tidak adanya musyawarah dengan warga tentang penentuan harga ganti rugi yang telah ditetapkan tim apresial.

Diketahui, lahan-lahan masyarakat di tiga wilayah itu terkena proyek pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera. Masalah timbul karena harga ganti rugi lahan dan juga tanam tumbuh yang ditetapkan oleh tim apresial panitia jalan tol tidak sesuai dengan harga yang disepakati sebelumnya.

Saat mengadu ke DPRD, masyarakat diterima oleh Ketua Komisi I DPRD Lampung Tengah Sumarsono beserta beberapa anggota lainnya. Sebelumnya, DPRD sudah mengundang Badan Pertanahan Nasional (BPN), pejabat pemkab, serta dinas terkait untuk melakukan musyawarah mencari solusi permasalahan ini.

Namun keterangan dari pihak BPN tidak memuaskan, sehingga warga sepakat untuk melanjutkan ke proses hukum.

Ketua Paguyuban warga, Ibrahim Asral meminta anggota DPRD Lamteng membantu penyelesaian masalah ini. Sebab, kata dia, masyarakat yang tanahnya terkena jalan tol tidak pernah diajak bermusyawarah dalam menentukan besarnya nilai pergantian lahan tersebut. Jika tidak ada solusi, pihaknya akan melakukan gugatan di Pengadilan Negeri.

Ketua Komisi I DPRD Lamteng Sumarsono menyatakan mendukung keinginan warga agar mendapatkan harga ganti rugi sesuai. Dia mengatakan, pihaknya akan terus membantu dan mendampingi masyarakat untuk melanjutkan gugatan ke Pengadilan Negeri.

“Masyarakat senang dengan adanya pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera karena memang sudah menjadi program pemerintah pusat, namun kami minta pihak pihak terkait untuk dapat bekerja sama dalam penentuan harga ganti rugi lahan agar kedepan tidak ada timbul permasalahan,” katanya. (ddy)

LEAVE A REPLY