Enam Kasus Kekerasan Berujung Kematian Terjadi di STIP Marunda Sejak Tahun 2008

0
478
Kampus STIP

RUBRIK, JAKARTA – Meninggalnya siswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) tingkat satu Amirullah Aditya Saputra akibat dianiya seniornya menjadi bukti bahwa masih ada sistem kekerasan di dunia pendidikan.

Menurut Lensa Indonesia Pagi, bukan kali ini saja terjadi kasus penganiyaan oleh senior terhadap juniornya. Pada tahun 2015 salah seorang siswa STIP Marunda semester 3 Daniel Tampubulon juga dianiaya oleh tujuh seniornya dan menyebabkan luka pada bagian wajah, tangan, dada, dan ulu hati.

Tidak hanya itu pada 25 April tahun 2014 Dimas Dikita Handoko juga tewas akibat dianiaya oleh para seniornya. Motif penganiyaan hanya karena para junior tidak respect terhadap senior.

Berikutnya, pada 9 Februari 2010 juga beredar video penganiyaan senior terhadap juniornya di STIP Jakarta. Menteri Perhubungan yang membawahi  STIP mengakui bahwa video yang beredar adalah video tahun 2006 dimana korban dan pelaku sudah lulus dari STIP.

Kekerasan juga terjadi pada 10 November 2008, dimana taruna tingkat pertama dianiaya seniornya hingga mengalami gagar otak hanya karena junior yang tidak mencukur rambutnya.

Dan yang paling membuat geger STIP adalah kasus tewasnya taruna tingkat satu Agung B Gulton karena dianiaya oleh 10 taruna seniornya pada masa Ospek.

Sederetan kasus penganiyaan di STIP menjadi bukti bahwa masih ada sistem kekerasan di lingkungan sekolah.(*)

LEAVE A REPLY