Enam Kali Mencuri Burung Kacer, Warga Suka Jawa Ini Akhirnya Ketangkap Massa

0
427
Polres Lamteng
Tersangka curat diamanakan Polisi

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Jajaran Polres Lampung Tengah berhasil mengamankan Bastiar (26), pelaku pencurian burung, Kamis (10/8/2017) sekitar pukul 21.00 WIB. Warga Kampung Suka Jawa, Kecamatan Bumi Ratu Nuban itu ditangkap di Lapangan Wates.

Sebelum pihak kepolisian mengamankan pelaku pencurian burung kacer ini, tersangka curat ini sempat diamuk massa lantaran dipergoki pemilik burung saat hendak melakukan aksi kejahatannya.

Kasat Reskrim Polres Lamteng AKP Reski Maulana mewakili Kapolres AKBP Purwanto Puji Suttan menjelaskan, aksi pelaku tepergok pemiliknya. Kemudian pemilik burung berteriak minta tolong kepada warga sekitar, dan masyarakat berkumpul mengejar pelaku dan akhirnya pelaku pencurian ‎ini berhasil ditangkap masyarakat.

“Sebelum kita amankan ‎pelaku ini sempat diamuk massa. Kita segera ke TKP setelah mendapat laporan dari masyarakat. Pelaku langsung kita amankan untuk menghindari amukan massa ‎untuk main hakim sendiri,” terang Reski kepada awak media saat gelar ekspose di halaman Mlmapolres setempat, Jumat (11/8/2017).

Hasil pemeriksaan kepolisian, pelaku pencurian burung ini sudah enam kali melakukan aksi kejahatannya dengan kasus yang sama dan baru berhasil ditangkap kali ini.

Saat melakukan aksinya, pelaku kerap ditemani satu rekannya berinisial (AJ) yang berhasil kabur dan saat ini menjadi DPO Polres Lamteng.

“Pelaku satunya berhasil kabur karena mengetahui akan dikejar massa. Kalau tersangka yang berhasil kita tangkap ini modusnya sebagai pengawas saat akan melakukan pencurian. Jadi rekannya yang mengambil, tersangka Bastiar ini yang mengawasi agar aksi kejahatannya berjalan lancar dan berhasil membawa kabuar hasil curiannya,” katanya.

‎‎Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka akan dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman penjara maksimal tujuh tahun.

“Pelaku berikut barang buktinya sudah kami amankan di mapolres untuk dilakukan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut,” pungkasnya.‎

Sementara tersangka Bastiar, mengaku bahwa hasil curiannya selama ini digunakan untuk membeli rokok dan minuman keras (tuak).

“Sudah enam kali saya mencuri burung Mas‎. Hasilnya biasa saya jual dengan Udin dengan harga Rp 100-200 ribu saja hanya untuk membeli rokok dan minuman tuak saja,” akunya.(ddy)

LEAVE A REPLY