Empat Kampung di Seputih Banyak Jadi Pilot Project Peternakan Sapi Bali

0
82
DRD Lampung Tengah, Berita Lamteng, Portal Online Lamteng

RUBRIK,  LAMTENG – Dewan Riset  Daerah (DRD) Lampung Tengah (Lamteng) menggelar diskusi dengan dinas peternakan dan perkebunan (disnakbun) serta masyarakat peternak mandiri, Jumat (5/10).

Salah satu Anggota DRD Syahrio Tantalo mengatakan, diskusi ini

untuk mengetahui segala persoalan yang dihadapi peternak di Lampung Tengah terutama peternak sapi yang ada di Kecamatan Seputih Banyak.

Rencananya Disnakbun Lamteng akan menjadikan beberapa kampung sebagai kampung ternak. Sementara di  Kecamatan Seputih Banyak juga  breending sapi Bali di Lampung Tengah dan Provinsi Lampung.

Diskusi bersama mengenai peternakan tersebut dihadiri anggota DRD Lamteng, Kadisnakbun Lamteng Taruna Bifi Koprawi dan empat kepala kampung di Kecamatan Seputih Banyak yang masyarakatnya kebanyakan peternak mandiri.

Syahrio mengatakan, konsep untuk menjadikan kampung ternak mandiri di Lamteng sudah disusun sejak lama  namun belum terealisasi karena beberapa kendala.

‘’Konsep untuk membuat kampung ternak ini sudah kita susun bersama dinas peternakan sejak 2017 lalu. Namun saat itu terkendala adanya masalah anggaran,” kata Syahrio dalam diskusi di rumah salah satu peternak mandiri yang telah berhasil yakni Ketut Suwendra di kampung Sanggar Buana (SB 17) Kecamatan Seputih Banyak.

Selain itu kendala lainnya adalah kebijakan dari Dinas PMK mengenai anggaran dana desa yang dapat digunakan untuk mewujudkan program ini. “Di sini dibutuhkan kerjasama antar  dinas sesuai dengan program bupati yaitu gotongroyong untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,’’ungkap Syahrio.

Ketua DRD Lamteng Anshori Djausal mengatakan, ada empat desa (kampung) di Kecamatan Seputih Banyak yang mayoritas masyarakatnya peternak sapi mandiri. Sangat memungkinkan jika DRD dapat membantu mengatasi beberapa persoalan yang dihadapi oleh peternak tersebut.

‘’Kita mendapatkan fakta ada beberapa kampung di Seputih Banyak basis atau mata pencahariannya sangat kuat di bidang peternakan khususnya sapi. Sangat memungkinkan kita membantu beberapa hambatan mereka untuk meningkatkan produksi dan pemasaran,’’ ungkap Anshori.

Anshori menegaskan empat kampung tersebut rencananya akan dilaunching sebagai kampung ternak di Lamteng. Sehingga ke depan akan menyusul kampung lainnya di kecamatan tersebut. DRD juga akan merekomendasikan agar sebagian dana desa dapat digunakan untuk meningkatkan usaha ternak masyarakat.

Kadisnakbun Lamteng Taruna Bifi Koprawi menjelaskan, dipilihnya Kecamatan Seputih Banyak sebagai pilot project kampung ternak karena perilaku dan budidaya masyarakatnya sudah mandiri.

‘’Kami pilih di Seputih Banyak karena perilakunya sudah budidaya mandiri sehingga tidak perlu pelatihan dasar. Ke depan kita ingin menciptakan Kecamatan Seputih Banyak ini sebagai sapi Bali breeding dan salah satu ikon di Lampung Tengah,’’ pungkas Taruna.(*)

LEAVE A REPLY